
Bandar Lampung (SL)-DPP Aspirasi Rakyat (ASPIRA) Provinsi Lampung menyampaikan pengaduan Kepada BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung, terkait indikasi kegiatan infrastruktur dilingkungan satuan kerja yang berpotensi merugikan keuangan negara. Aspira melaporkan proyek di Rumah Sakit Abdul Muluk dan proyek di Dinas Pekerjaan Umum penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan, Rabu 21 Desember 2022.
Ketua Umum DPP Aspirasi Rakyat (ASPIRA) Provinsi Lampung Ashari Hermansyah didampingi Sekjend Budiono mengatakan, DPP Aspira Lampung sudah melakukan upaya pengaduan kepada BPK RI Perwakilan Lampung pada kegiatan infarstruktur PekerjaanĀ Lanjutan Pembangunan Gedung Perawatan Bedah Terpadu Rp31 miliar, dengan Pelaksana PT SKT. Kemudian Revitalisasi GedungĀ AUDITORIUM dan Pengembangan Fasilitas Uronefo Rp1,483 miliar dengan Pelaksana CV PKS.
Selain dua proyek itu, pihaknya juga melaporkan proyek di Satuan Kerja PUPR Lampung Selatan, yaitu pada pekerjaan infrastruktur Peningkatan Jalan Koridor SP.Serdang-Jati Baru-Talang Tawa-batas Lampung Timur Rp45,480 Miliar dengan pelaksana PT MPP, danĀ Peningkatan Jalan Koridor Sidomulyo-SidoarjoāBumi Daya-Palas Rp45,480 miliar dengan pelaksana PT SAT.
“DPP ASPIRA juga akan menyampaikan pengaduan lanjutan kepada Aparat Penegak Hukum, usai masa pemeliharaan selesai. Juga temuan kita saol pekerjaan infrastruktur di lingkungan Kementerian agama Provinsi Lampung yang akan kita laporkan ke Kantor BPK RI Pusat,” katanya.
ASPIRA Lampung Ungkap Tiga Instansi Diduga Lakukan KorupsiĀ
Sebelumnya DPP Aspirasi Rakyat ( ASPIRA ) Provinsi Lampung merilis hasil Survei dan Monitoring pada kegiatan Infrastruktur yang bersumber dari APBN, PEN , dan APBD wilayah Provinsi Lampung.
Ketua Umum ASPIRA Ashari Hermansyah menjelaskan pihak melakukan survei di beberapa Instansi dan Dinas terutama adalah ; Pekerjaan Infrastruktur dilingkungan Kementerian Agama Wilayah Provinsi Lampung, sumber APBN 2022 diantaranya :
Pekerjaan Infrastruktur dilingkungan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penatan Ruang Kabupaten Lampung Selatan, SumberĀ āAPBD/PEN/SMI, tahun 2022 diantaranya:
Ashari Hermansyah, engatakan untuk Dinas dan Instansi lainya belum dapat lakukan ekspos dikarenakan sedang dalam tahap Verifikasi dan Evaluasi data.
“Dari jumlah pekerjaan infrastruktur yang sudah dilakukan survei tersebut terindikasi mengarah perbuatan dugaan Korupsi, Kolusi, Nepotisme, Konspirasi (KKN), mens rea yang berujung pada actus reus, yaitu esensi dari usaha perbuatan jahat,” kata Ashari kepada media, Sabtu 17 Desember 2022.
Menurut Ashari, selain itu juga mengarah pada wan prestasi diakibatkan keterlambatan pekerjaan. “Pekerjaan yang patut diduga tidak sesuai spesifikasi atau kekurangan volume dan tidak sesuai mutu. Saya katakan kegagalan bangunan dan hal ini harus dipertanggung jawabkan oleh semua pihak yang terlibat,” katanya.
Ini juga dibuktikan dengan usaha DPP Aspirasi Rakyat Provinsi Lampung yang sudah menyampaikan saran, kritik dan konfirmasi melalui surat sebanyak 2 sampai 3 kali. “Meskipun ada diantara instansi yang sudah menyampaikan jawaban klarifikasi, akan tetapi jawaban rersebut tidak relevan,” katanya.
Semestinya instansi tersebut berkordinasi dengan Kontraktor Pelaksana dan Konsultan pengawas untuk mengklarifikasi yang menjadi perhatian danĀ masukan masyarakat, “Ini kan Uang Rakyat,” ujarnya.
Proyek Kemenag Lampung
Ashari menambah ada Indikasi dugaan penyimpangan juga pada pekerjaan Infrastruktur di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Lampung. Karena objek pada Pekerjaan pasangan Tulangan Pembesian yang tidak sesuai spesifikasi;Ā tebal selimut beton , Foot plat, Plat lantai, Kolom Beton, sloof beton dan Balok beton dan lainya.
Untuk infrastruktur dilingkungan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan diantaranya, ada temuan objek pada pekerjaan Lapis Pondasi jalan,Ā Lean Concrete (Lc), Bahu Jalan ( Shoulder ), Drainase Talud, ac bc dan ac wcĀ Ā tidak sesuai spesifikasi semestinya.
Rigid Pavement, Tulangan Dowel-Chair Dan Tie Bar menggunakan tulangan besi Banci, “Ini perlu dipertanyakanĀ juga mengapa tebal Rigid di 2 lokasi berbeda. Yang satu memiliki tebal beton 30 cm yang satu lagi memilikiketebalan 25 cm,” katanya.
Kemudian Infrastruktur di lingkungan Rumah Sakit Abdul muluk, terutama pada pekerjaan pasangan tulangan Pembesian yang diduga tidak sesuai spesifikasi, pasangan keramik, Balok beton late, pekerjaan atap dan lainya.
“Kerap menjadi perhatian juga, pekerjaan infrastruktur pembangunan gedung bedah lanjutan di rumah sakit abdul muluk diprediksi tidak tepat waktu pelaksanaan. Dan kami minta kepada BPK RI untuk melakukan pemerikasaan pada pekerjaan pasangan Instalasi listrik, Pekerjaan pasangan keramik, atap, Boven, kusen jendela dan pintu dan lainya,” katanya.
“Agar celah-celah yang mengarah pada potensi kerugian negara dapat di deteksi sedemikian. DPP Aspirasi Rakyat akan menyampaikan pengaduan tersebut kepada BPK RI secara resmi dan juga secara online, sementara untuk pengaduan kepada APH akan dilakukan usai masa pemeliharaan selesai,” katanya.
Ashari berharap nantinya APH dapat betindak sungguh sungguh tanpa pandang bulu. Agar kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di bumi ruwai Jurai ini sesuai harapan.
Dari klarifikasi di RS Abdoel Moloek, Bagian Humas Rumah sakit mengatakan bahwa pekerjaan infrastruktur yang telah maupun yang sedang berlangsung sudah sesuai dengan speksifikasi, dan saat ini sudah dilakukan pemeriksaan oleh BPK RI, BPKP dan inspektorat. “Pihak RS menyebutkan surat yang disampaikan Aspira tidak perlu diklarifikasi,,” katanya.
)Sementara Ahmad Iskandar, Protokol kementerian AgamaĀ Provinsi lampungĀ menyampaikan terima kasih sudah datang konfirmasi ke pihaknya, dan menyarankan untuk menyampaikan jadwal kalau ingin bertemu kepala Kakanwil Kemenag Lampung.
Terkait pekerjaan bersumber dari Program Pemulihan ekonomi ( PEN ) yang dikelola oleh satuan kerja Dinas Bina marga dan Penataan Ruang ( PUPR ) Kabupaten lampung selatan , Kabid Bina Marga PUPR Lamsel, Hasanudin mengatakan surat yang sudah disampaikan oleh DPP Aspirasi Rakyat akan segeraĀ lakukan cros check dilapangan terkait dengan kontraktornya.
“Kami apresiasi kepada masyarat yang sudah masuk untuk menyampaikan saran dan masukan terkait pekerjaan yang bersumber dari PEN. Bahwa peerjaann tersebut dilakukan spot, artinya ada pekerjaan rigid pavement dan juga pekerjaan pasangan AC BC DAN ac wc. Rigid pemement dengan tebal rata-rata 25 cm,” katanya. (Red)