
Lampung Timur (SL)-Cari durian runtuh, sorang pelajar kelas VI SDNegeri 1 Rajabasa Lama, Rafi (12), tewas dimutilasi. Kepalanya terpisah dari lehernya, dan perut koyak, dan beberapa bagian jari putus. Korban ditemukan disebuah perkebunan durian, di Dusun Subing Jaya, Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhanratu, Lampung Timur (Lamtim), Kamis 3 Maret 2022 pagi.
Diduga pelakunya seorang pemuda, bernama Charul Anwar (25), yang mengalami ganguan jiwa atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), yang masih tetangga korban. Kepala korban ditemukan tak jauh dari lokasi tubuhnya. Pelaku berhasil diamankan petugas, sekitar dua jam dari kejadian.
Korban kali pertama ditemukan Aldi, rekannya yang sempat mendengar teriakan korban. Saat tiba dilokasi, Aldi melihat Rafi sudah tak bergerak dengan tanpa kepala. Aldi kemudian berteriak memanggil warga, yang kemudian berdatangan ke lokasi. Kasus itu kemudian menggemparkan warga Labuhan Ratu. “Kami sedang cari durian jatuh. Saya dengar suara teriakan dari kejauhan. Saya langsung berlari meminta pertolongan dan menghubungi kepolisian,” ujarnya.
Informasi lain menyebutkan, sebelum kejadian, sekitar pukul 4.00 WIB dini hari, korban pamit kepada keluarganya untuk pergi ke kebun untuk mencari durian. Berdasarkan keterangan rekan korban, pagi itu mereka hendak mencari durian jatuh di perkebunan tersebut, bersama orangtua korban sendiri.
“Mereka berpencar di dalam kebun. Tiba-tiba terdengar teriakan suara korban. Orangtua korban yang mendengar teriakan itu langsung mencari lokasi korban. Mereka terkejut, korban ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan,” kata Kepala Dusun Subingjaya Zakwan.
Menurut Zakwan, pelaku diamankan tak jauh dari lokasi, Pria bernama Chairul Anwar merupakan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Chairul diamankan agar menghindari hal yang tidak diinginkan di lokasi kejadian. “Pemuda itu memang mengalami ganggung kejiwaan,” kata Zakwan, dilokasi kejadian.
Polisi datang kelokasi kejadian dan dibantu warga menemukan kepala korban yang terlepas dari tubuh korban. Saat itu, kondisi tubuh korban berlumuran darah Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi akhirnya meringkus terduga pelaku bernama Chairul Anwar (25), yang langsung digelandang ke Mapolsek Labuhanratu, dan kemudian dibawa ke Polres Lampung Timur.
Kapolres Lamtim AKBP Zaky Alkazar Nasution didampingi Kasat Reserse Kriminal Polres Lampung Timur AKP Ferdiansyah membenarkan pihaknya sudah mengamankan seorang warga berinisial CA (Charul Anwar). Lelaki berusia 25 tahun itu diamankan polisi terkait dugaan pelaku pembunuhan sadis terhadap RF bocah berusia 13 tahun yang ditemukan tewas dengan leher putus.
“Terduga pelaku diamankan tidak jauh dari lokasi kejadian di wilayah Kecamatan Labuhanratu. Selang beberapa jam setelah kejadian, tersangka langsung kami amankan dan dibawa ke Mapolres Lamtim untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Ferdiansyah mewakili .
Terkait kabar pelaku adalah orang dengan gangguan jiwa, Kasat menyatakan akan memastikan dahulu. “Saat itu, korban berangkat menuju ladang untuk mengambil durian. Sesampainya di ladang, korban bertemu dengan rekannya Tama. Kemudian mereka berpisah lantaran beda ladang,” kata Zaky Alkazar Nasution.
Korban sempat berteriak minta tolong, dan didengar temannya. Teriakan itu didengar setelah selang setengah jam bertemu dengan korban. “Teman korban sempat mendengar suara teriakan meminta tolong. Suara itu berasal dari arah korban. Lantaran masih gelap, temannya tidak berani mendekat,” katanya.
Rekan korban itu sempat melihat ceceran darah dan jempol kaki korban yang ditemukan temannya saat pulang dari ladang. Temannya itu kemudian menelusuri darah tersebut dan menemukan sebuah jari jempol kaki tergeletak di ladang.
Karena penasaran, rekan korban menelusuri tetesan darah dari jempol kaki itu. Dia kaget saat melihat korban sudah tewas dengan kepala terpisah dari badan.
Pelaku Muncul Saat Proses Evakuasi
CA terduga pelaku yang juga disebuat sebagai orang gila. Ini diketahui dari keterangan warga setempat. “Diduga pelaku merupakan orang dengan gangguan jiwa. “Tapi Ini perlu dibuktikan. Yang pasti sekarang sudah kami tangkap,” kata Kasat.
CA itu tiba tiba muncul saat petugas dan warga sedang melakukan evakuasi terhadap korban. CA muncul dari ladang, sambil membawa sebilah pisau milik korban, yang masih berlumuran darah. Warga dan petugas yang curiga langsung mengejar dan menangkap CA.
“Terduga pelaku diamankan tidak jauh dari lokasi kejadian di wilayah Kecamatan Labuhanratu. Selang beberapa jam setelah kejadian, tersangka langsung kami amankan dan dibawa ke Mapolres Lamtim untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya. (Red)