
Lampung Selatan (SL)-Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto akan memberikan ruang khusus kepada masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Lampung Selatan, Libas, Laskar Merah Putih, dan Geram Banten Lamsel (GBL), terkait penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di Lampung Selatan.
Hal dikatakan Nanang, saat menerima aksi massa, di Kantor Pemkab Lampung Selatan, Kamis 30 September 2021. Hal itu karena melihat situasi yang kurang kondusif, sehingga agenda audiensi akan dijadwalkan dalam waktu dekat. “Lampung Selatan kedepan akan melakukan pembangunan, yang tentunya untuk menarik investor agar mau berinvestasi di Lampung Selatan. Oleh karenanya, diperlukan suasana yang kondusif,” kata Nanang Ermanto.
Nanang menjelaskan, untuk percepatan pembangunan di Lampung Selatan, tidak bisa hanya mengandalkan APBD maupun APBN, tapi butuh peran serta pengusaha. Bakauheni Harbourt City sembentar lagi akan dibangun, yang akan menjadi proyek nasional, sehingga yang difikirkan jangan sampai Lampung Selatan menjadi penonton.
“Harus diakui, untuk membangun sebuah daerah perlu peran serta dari pengusaha. Kami meminta bantuan kepada pengusaha melalui forum CSR, apabila ada objek yang akan dibangun. Oleh karenanya, mari sama-sama menjaga situasi agar selalu kondusif,” jelas Nanang Ermanto.
Nanang mengajak LSM yang turut dalam aksi itu, diantaranya Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Laskar Inti Bersatu Antar Suku (LIBAS), Laskar Merah Putih (LMP) dan Gerakan Masyarakat (Geram) Banten. Untuk ikut aktif membangun Lampung SElatan.
Sementara dalam aksi, massa membagikan selebaran yang menyoroti tentang penggunaan dana corporate social responcibility (CSR) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamsel. Mereka meminta penggunaan dana CSR agar memilah mana yang lebih penting dan bermanfaat sehingga tepat sasaran terutama manfaatnya nyata bagi masyarakat.
Ketua GMBI Lampung Ali Muktamar, mulai menyuarakan tuntutan aksi menggunakan pengeras suara yang ada di mobil komando. Dalam orasinya, Ali Muktamar menggaris bawahi kebijakan yang diambil oleh Pemkab Lamsel agar berpedoman pada aturan dan ketentuan hukum yang ada. “Dana CSR itu dari perusahaan, jadi uangnya ngga sembarangan dikelola. Jangan asal bangun,” seloroh Ali Muktamar.
Tak lama berorasi, beberapa orang perwakilan LSM kemudian masuk kedalam kantor Bupati dikawal petugas kepolisian untuk bertemu dengan Bupati Lamsel Nanang Ermanto. Selang 30 menit, perwakilan LSM keluar dari kantor Bupati untuk menemui kembali massa aksi. “Alhamdulillah tadi diterima pak Bupati, dalam dua tiga hari ini akan mengagendakan audiensi,” terang Ali Muktamar kepada peserta aksi.
Di penghujung, ketika ditanya lebih lanjut oleh media terkait respon Bupati dalam pertemuan tadi, Ali Muktamar menjawab, “Alhamdulillah, merespon baik dan akan terbuka terkait pembangunan kepada GMBI, LIBAS, LMP dan Geram Banten.” Masa kemudian membubarkan diri, yang dijaka sekitar 235 personel dari Polres Lamsel. (Red)