
Lampung Utara (SL)-Selain berbagai pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan Satuan Petugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 tahun anggaran 2019, prajurit Komando Distrik Militer (Kodim) 0412 Lampung Utara juga melakukan aktifitas penyuluhan anti narkotika bagi pelajar yang ada di Desa Batunangkop, Kecamatan Sungkai Tengah, Kabupaten Lampung Utara.
Penyuluhan yang dilangsungkan pada Rabu, (24/7/2019), bersama anggota Polres Lampung Utara itu, bertujuan memberi pengetahuan akan bahaya penyalahgunaan serta antisipasi peredaran gelap narkotika dan sejenisnya, di wilayah setempat.
“Penyuluhan sosial ini terkait bahaya penyalahgunaan narkotika ini sebagai salah satu langkah konkrit guna mendeteksi dan memutus mata rantai peredaran gelap narkotika sejak dini,” tutur Pasi Teritorial, Kapt. Inf. Harpian Sari, Rabu, (24/7/2019), mewakili Komandan Kodim 0412/LU, Letkol. Inf. Krisna Pribudi.

Diterangkan Harpian Sari, selain penyuluhan anti narkotika bagi para pelajar, pihaknya bersama anggota Polres Lampura juga memberikan sosialisasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Kondusifitas wilayah juga menjadi bagian penting dari peran serta warga sekitar. Untuk itu, kami (Satgas TMMD) bersama anggota Polres Lampura juga melakukan sosialisasi Kamtibmas. Keamanan harus bermula dari masyarakat dengan ditandai kerukunan hidup bermasyarakat,” terang Harpian.
Sementara itu, disampaikan Harpian Sari, progress pembangunan infrastruktur yang terus dikerjakan Satgas TMMD ke-105 di Desa Batunangkop, hingga saat ini, Rabu, (24/7/2019), secara keseluruhan telah mencapai 55 persen.
“Secara keseluruhan, pekerjaan infrastruktur yang dilakukan Satgas TMMD telah mencapai 55 persen,” ujarnya.
Sejauh ini, lanjut Harpian Sari, sasaran pekerjaan fisik berupa pembukaan badan jalan sepanjang 2,210 m x 6 m telah mencapai 50 persen, pembuatan box culvert ukuran 2 x 6 m mencapai 45 persen, pembuatan gorong-gorong Buis Beton sebanyak tujuh unit telah mencapai 47 persen, rehab masjid Al-Istiqomah dengan ukuran 10 x 12 m mencapai 53 persen, pemasangan keramik dan pengecatan gereja GKSBS mencapai 51 persen.
“Untuk pekerjaan lembuatan MCK dan tempat wudhu masjid Mambaul Huda berukuran 4 x 5 m telah mencapai 54 persen. Pembuatan talud sepanjang 80 m telah 25 persen, dan Cor plat Ukuran 1 x 6 baru mencapai 25 pekerjaan terselesaikan,” urai Harpian Sari.
Dirinya juga menyampaikan personel yamg dikerahkan dalam Satgas TMMD ke-105 meliputi TNI AD sebanyak 104 orang prajurit, TNI AL 10 orang, TNI AU 10 orang, Polri 10 orang, Pemkab 16 orang, dan dari unsur masyarakat sebanyak 80 orang. (ardi)