
Muba (SL)-Pomdam II/Sriwijaya menggelar rekontruksi kasus mutilasi kasir cantik Vera Oktaria (20), yang ditemukan dalam kamar hotel Penginapan Sahabat Mulia, Kecamatan Sungai Lilin, Musi Banyuasin. Rekontruksi menghadirkan tersangka Prada Deri Pramana (DP), mulai dari kamar hotel, hingga membuang barang bukti, sekitar 49 adegan, hari ini Rabu (3/7/2019) .

Prada DP memakai Baju Tahanan Orange bermerek Tahanan Pomdam II/Sriwijaya. Rekonstruksi di jaga ketat oleh puluhan anggota dari Pomdam II/Sriwijaya, terlihat juga garis pembatas di pasang agar area steril dari masyarakat umum, di mana Prada DP membunuh dan memutilasi Vera Oktaria, pacarnya sendiri.
Rekonstruksi, di sekitar Penginapan Sahabat Mulya diberi garis polisi dan rekonstruksi tersebut berlangsung tertutup untuk umum. Ratusan warga memadati lokasi yang terletak di Jalan PT Hindoli, Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba.
“Rekontruksi dilaksanakan untuk meyakinkan hasil pemeriksaan dicocokkan dengan apa yang dilakukan oleh DP, guna mendapatkan ke Otentikan dari apa yang selama ini ditemukan oleh pihak penyelidik, ” kata Kapendam II/Swj Kolonel Inf Djohan Darmawan, di lokasi rekontruksi.
Dandenpom Kodam II Sriwijaya Kolonel Cpm Donald Siagian mengatakan, rekonstruksi dimulai pada pukul 09.30 sampai 11. 30 dengan 49 adegan yang diperagakan DP. “Rekonstruksi ini untuk meyakinkan penyidik Pomdam II/Sriwijaya, bagaimana kejadian kasus pembunuhan mutilasi yang terjadi pada 10 Mei lalu,” kata Donald Siagian.
Menurut Donald Siagian, proses rekonstruksi ini untuk melengkapi dan mencocokan hal-hal yang tidak sama selama masa penyelidikan oleh Pomdam II/Sriwijaya. “Minggu depan berkas perkara ini sudah selesai, maka Pomdam II/Sriwijaya akan melimpahkan berkas kepada penuntut militer Kolonel Mukholid untuk digelar persidangan di Oditur Militer,” katanya.
Kapolsek Sungai Lilin AKP Hernando dilokasi rekontruksi menyatakan bahwa rekonstuksi yang dilakukan sepenuhnya di handel oleh pihak Pomdam II Sriwijaya. Pihaknya hanya mengamankan dan mensterilkan lokasi rekonstruksi. “Kita hanya membackup keamanan saja, sedangkan rekon semuanya di ambil alih oleh pihak Pomdam,” kata Hernando.
Sebelumnya, pada Jumat (10/5/2019), Vera Oktaria ditemukan tewas dimutilasi di sebuah penginapan di Sungai Lilin, Musi Banyuasin. Kondisi saat ditemukan berada di dalam kasur springbed mulai membusuk dan tangan dipotong.
Hasil penyidikan Polisi pun menyebut korban berencana memutilasi korban dan memasukan ke dalam dua koper. Diduga takut diketahui orang lain, rencana itu pun dibatalkan. Tidak sampai di situ, selanjutnya pelaku merencanakan untuk membakar korban pakai timer obat nyamuk.
Namun, obat nyamuk mati dan mayat pun membusuk. Pelakunya Prada Deri Pramana, kekasih Fera Oktaria (20). Dia di tangkap bersembunyi dan belajaar agama di Pondok Pesantren di Banten. Sebelum peristiwa naas terjadi, Prada Deri mengakui sempat berhubungan badan dengan sang pacar.
“Hasil pemeriksaan awal, korabn dan pelaku sudah pacaran mulai SMA dan orang tua saling menyetujui. Mengapa ia tega, karena Deri diduga kalut, karena masih pendidikan diminta menikahi,” terang Kapendam II Sriwijaya, Kolonel Inf Djohan Darmawan di Pomdam, Jumat (14/6/2019) lalu.
Tidak hanya itu saja, Deri pun mengaku panik saat Fera meminta untuk dinikahi. Bahkan saat itu Fera mengaku sedang hamil akibat hubungan badan dengan Prada Deri. Deri mengakui sebelum pembunuhan itu mereka sempat berhubungan badan. “Fera sempat mengaku hamil, tapi kami belum mendapatkan bukti-bukti korban hamil. Ya pengakuan sementara oknum ini sempat berhubungan badan sebelum melakukan itu (pembunuhan),” katanya.
Dari pengakuan korban dan permintaan menikah itulah, keduanya cekcok dalam kamar hotel. Fera disekap dan akhirnya meninggal dunia. “Prosesnya singkat, setelah dibekap Fera meninggal. Setelah tahu meninggal dunia, Deri cari alat untuk menghilangkan jejak,” kata Djohan.
Deri pun kabur ke Lampung dengan bus, di perjalanan dia bertemu dengan salah satu penumpang. Deri mengaku jika dia ingin belajar agama dan diarahkan pergi ke salah satu Padepokan di Banten. Dan kemudian tercium Tim Denintel Kodam, dan diamankan. (Sudir nk)