
Bandar Lampung (SL) – Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Lampung menggelar Pendidikan Kepemimpinan Walhi Tingkat Madya (PKW) II di Aula Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Kamis (27/06/2019). PKW II merupakan lanjutan dari PKW I yang telah dilaksanakan pada 29-30 Mai 2019 lalu.
PKW II diikuti oleh 12 perwakilan dari anggota Walhi, diantaramya dari Eksekutif Daerah (ED) Walhi Lampung, LBH Bandar Lampung, PBHI Wilayah Lampung, SP Sebay Lampung, Yasadhana, Poltapala, Wanacala, KBH Lampung, Matala UTB, PKBI Lampung, dan Lembaga Studi Advokasi Perempuan dan Anak (ELSAPA) Lampung.
PKW II yang dilaksanakan selama empat (4) hari, mulai tanggal 27 – 30 Juni 2019 mengusung tema “Memperluas Gerakan Lingkungan Hidup, Memperkuat Gerakan Rakyat”. Materi yang diberikan pada PKW II antaranya tentang Hukum dan Kebijakan Lingkungan dengan pemateri Prof. M. Akib, dan materi Pengorganisasian dan dinamisasi oleh M. Islah, Metodelogi Investigasi dan Riset oleh Ir. Edison, M.PAF,
Untuk materi Membangun Kebudayaan Progesif oleh DR. Tisnanta/Fatoni, SH.MH, kemudian HAM dan Lingkungan Hidup oleh DR. Budiyono,SH.MH. Hadir juga sebagai pemateri Firman Seponada dengan materinya Komunikasi dan Agiprop, Mukri Priatna mengisi materi Pulihkan Indonesia, Abi Hasan Muan,SH dengan materi Sistem Politik Indonesia dan lainnya.
Ketua Pelaksana, Irfan Tri Musri mengatakan, kegiatan PKW II merupakan lanjutan dari PKW I yang mana masih merupakan tugas dari Eksekutif Walhi. Untuk PKW III barulah merupakan tugas dan tanggung jawab Eksekutif Walhi Nasional.
“Tujuan dilaksanakannya PKW adalah untuk melatih kader-kader Walhi sebagai pejuang lingkungan hidup yang mempunyai kepedulian dan tanggap dengan situasi sosial yang terjadi di daerah khususnya masalah lingkungan. Seperti Ilegal Logging dan lainnya,” jelas Irfan, yang juga menjabat sebagai Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Lampung.
Sementara Hendrawan, direktur Walhi Lampung dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan dilaksanakannya PKW ini, anggota Walhi dapat memahami nilai-nilai kewalhian khususnya probelamtika dan persoalan-persoalan dan kasus-kasus lingkungan di Indonesia, baik di daerah maupun di pusat. “Harapannya agar semua anggota walhi dapat memiliki pemahaman yang sama tentang lingkungan hidup.” ujar Hendrawan. (Indah)