
Muba (SL)-Dua unit Speed Boot milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan terbengkalai dan terlihat kusam tanpa Perawatan. Ironisnya, tahun 2019, Dinkes Kembali akan membeli aset yang sama dengan nilai Rp500 juta

Dari pantauan media terlihat Speed Boot yang terbengkalai dan diduga dengan sengaja diikat dengan tali hijau dan terlihat Speed Boot tersebut Tenggelam didalam air Sungai Musi. Di salah satu tiang Dermaga dipinggiran Sungai Musi dijalan Peltu Yusuf Ulak Kelurahan Serasan Jaya Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin.
Hal ini menimbulkan pertanyaan masyarakat Musi Banyuasin demi pertanyaan kemana Alokasi Dana Perawatan untuk Aset milik Negara yang dibeli dengan Anggaran APBD Kabupaten Musi Banyuasin tersebut Kuat dugaan ada penyimpangan anggaran yang dikeluarkan untuk pengadaan barang tersebut senilai Ratusan Juta Rupiah Mubazir
Sementara itu dari pantauan lainnya, tepatnya di Sungai Lalan Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin terlihat satu buah Speed Boot berbentuk Ambulance Air yang dimana Alokasi Barang tersebut milik Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin yang tak terawat dan Kusam berlumut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin Dr H Azmi Dariusmansyah, di konfirmasi melalui psam whashappnya membenarkan bahwa speedboat ambulan itu adalah aset pemda melalui Dinas Kesehatan Pemkab Muba. “Ya emang benar, Ambulance air tersebut masuk dalam Aset Dinas Kesehatan tapi Kondisinya sudah rusak berat,” katanya.
Bahkan pihaknya sudah diusahakan untuk diperbaiki dengan mengirim foto Ambulance tersebut ke pihak yang Kompeten untuk memperbaiki. “Tapi tidak ada respon dari pihak tersebut. Apakah masih layak untuk diperbaiki. Oleh karena itu kita naikkan kedarat agar tidak mengganggu lalu Lintas air, ” kata Azmi, Sabtu (15/6/)
Azmi menambahkan bahwa Dinas Kesehatan Muba kembali menganggarkan speed boat ambulan di tahun 2019, “Untuk pengadaan Ambulance air tahun ini Puskesmas masih membutuhkan, karena jangkauan mereka masih banyak yang berada dipinggir sungai dan butuh kendaraan Operasional Air terutama saat hujan. Dan ini juga mendapat Suport dari Kementerian sehingga kita mendapatkan bantuan dari pusat, ” katanya. (Sudir Nk)