
Banten (SL)-Harga tabung LPJ 3 kg di wilayah Kabupaten Pandeglang tetap mahal. Harga mencapai Rp21-Rp23 ribu rupiah per tabung khususnya di wilayah pangkalan di Kecamatan Munjul. Yang lebih mirisnya lagi terjadi di Kampung Cibeureum, Desa Suka Saba, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang Banten yang membeli tabung melebihi HET dengan harga Rp21 ribu

“Saya merasa heran dan juga aneh terhadap harga tabung gas lpj di desa kami harganya selalu mahal apalagi harus ngambil ke Desa Kota Dukuh. Sementara jarak dari sini lumayan jauh harus bayar ongkos ojeg. Sementara jarak yang lebih dekat yaitu pangkalan haji Hapid lebih mahal harganya makanya lebih baik saya ngejar yang jauh sedikit karena beda dua ribu rupiah juga lumayan,” ungkap salah seorang warga kepada sinarlampung.com, Selasa 23/04/2019
Persoalan mahalnya harga tabung gas LPJ 3 kg di keluhkan warga masyarakat Kampung Cibeureum, Desa Suka Saba, Kecamatan Munjul. Dirinya sering membeli tabung gas lpj ke Pangkalan Muadi, tapi kadang di kirim kadang juga ngambil sendiri, Jika dikirim iya membayar per tabungnya Rp21 ribua dan kalau ngambil sendiri Rp20 ribu. Di banding pangkalan Haji Hapid lebih mahal mencapai Rp23 sampai Rp24 ribu
Keterangan terpisan haji Muadi pemilik pangkalan lpj 3 Kg membenarkan hal penjualan kepada masyarakat Kampung Cibeureum, Desa Sukasaba, Kecamatan Mujul, padahal menurutnya warga masyarakat desa itu bukan kewenangan pendistribusian pangkalanya.
Namun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar dekat rumahnya iya membeli 10 tabung gas lpj 3 kg dari pangkalan haji Muadi. “Benar saya menjual tabung gas lpj 3 kg kepada masyarakat luar dari pada kewenangan pangkalan saya disisi. Saya tau aturan yang sebenarnya salah namun saya bingung dan merasa kasihan terhadap masyarakat karna seringkali mengeluh gak kebagian tabung setiap mau beli ke pada pangkalan haji Hapid,” katanya.
Ditambah harganya lebih mahal dari penjualan Makanya saya jual Rp20.000 di tempat saya ini yang paling murah di banding pangkalan- pangkalan yang ada di sini, silahkan bapak tanya ke masyarakat maupun ke pemilik pangkalan yang lain berapa harganya pasti mereka jual di atas HET lebih tinggi dari harga penjualan pangkalan saya,tuturnya ke awak media sinarlampung.com selasa 23/04/2019
Menurutnya hal ini di lakukan karna merasa kasihan kepada masyarakt luar desanya karna seringkali mengeluh sering gak kebagian ditambah keluhkan harga eceran yang lebih mahal.Di temoat terpisah di temui pemilik pangkalan elfiji 3 kg haji hafid mengaku benar menjual di atas Het dengan alasan harus mengeluarkan biaya transpot karna pangkalan haji hafit tidak dikirim oleh Agen PT.Mulya Putra Sejahtera Selalu.
Melainkan harus ngambil sendiri ke pandeglang,dalam satu bulan ini sudah 10 kali pengambilan menurutnya dalam satu kali menghabiskan ongkos mobil Rp.450.000 .itupun hanya di kasih 100 elfiji 3 kg kadang 200 ,dengan dasar inilah pangkalan elfiji 3 kg haji hapid menjual di atas harga eceran tertinggi.
Dan ada 4 pangkalan elfiji lainya yang diduga sama cara penjualanya terhadap masyarakat yang tidak mampu selalu melebihi HET
Pangkalan 3 kg Muadi dengan no register: 342276803652017 dari Agen PT.Mulya Putra Sejahtera Selalu.
Seharusnya dengan banyaknya pangkalan elfiji di desa tersebut bahwa kebutuhan masyarakat akan elpiji terpenuhi dan harganyapun sesuai aturan pemerintah yang sudah di tetapkan SK bupati pandeglang No.542/Kep.779-Huk 2014.Harga Eceran Tertinggi yaitu Rp16.000.
Namun kenyataanya pangkalan- pangkalan tersebut jual harga di atas Het,ini tentu tugas pemerintah dan pertamina agar melakukan tindakan segera mungkin dan cepat lakukan sidik ke pangkalan- pangkalan tersebut apalagi tak lama lagi akan menghadapi bulan Ramadhan tentu maayarakat sangat membutuhkan tabung gas elpiji 3 kg ini.sinarlampung.com
“Memang benar pangkalan kami menjual di atas Het karna kami kewalahan harus ngambil sendiri ke Agen PT.Mulya putra sejahtera selalu, karna kalau nunggu di kirim kayaknya ga bakalan saya juga heran ko pangkalan yang lain dikirim seperti pangkalan haji Muadi ,padahal pangkalan saya lebih dulu berdiri di banding pangkalan yang lainya,memang pada awalnya ada sekitar tiga tahun pangkalan saya juga selalu di kirim,tapi sekarang malah kebalik.” pungkasnya Selasa 23/04/2019. (Imron)