
Lampung Utara (SL)-Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Lampung Utara, bersama beberapa perwakilan dari masyarakat menyambangi Kantor PLN (Persero) Area Kotabumi Lampura, Jalan. Soekarno Hatta no.149, terkait pemadaman listrik yang kerap terjadi di Wilayah tersebut.
Ketua Pospera Lampura, Juaini Adami, memyampaikan terkait kedatangannya ke Kantor PLN Kotabumi kemarin, Rabu (6/2/2019) mengatakan, dalam memenuhi undangan dari pihak PLN area Kotabumi, berkoordinasi membahas terkait pemadaman listrik yang kerap terjadi beberapa pekan terakhir di wilayah Lampura, yang berdampak pada banyaknya peralatan listrik masyarakat yang rusak.
“Sebelumnya kita telah melayangkan surat ke PLN, tertanggal 27 februari yang lalu, dalam hal mewakili masyarakat se-Kecamatan Lampura, untuk mempertanyakan prihal pemadaman listrik yang sering terjadi di wilayah Lampura, tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu dari pihak PLN,” Jelas Juani, di Kantor Sekretariat Pospera, Kamis (7/2/2019).
Menurutnya, pihak PLN area Kotabumi tidak profesional dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, bahkan laporan dari pelanggan terkait adanya kerusakan, dan permasalahan listrim, lamban di respon pihak PLN. Untuk itu Pospera menuntut pihak PLN area Kotabumi, untuk membenahi terkait pemadaman listrik, di duga pada tahun 2017 pihak PLN tidak melelang proyek pergantian Kwh, pergantian Kwh pelanggan di kenakan tarip dengan nominal yang berbeda oleh pihak PLN, dan lelang APBN dan APLM yang selalu di menangkan oleh orang dalam PLN, yang di anggap tidak transparan, dan ada dugaan KKN.
“Bahkan kami mendapati, Peralatan tegangan lnstalator 20 Kv watt sering error akibat tidak sesuai dengan standar yang seharusnya, bermerk made in USA, tetapi di pasang merk Korea oleh pihak PLN, yang harganya lebih murah,” Ungkap Juani.
Selain itu, Juani Adami akan mengadakan aksi turun ke jalan apabila tuntutan dari perwakilan masyarakat se-Kabupaten Lampura, tidak diindahkan oleh pihak PLN area Kotabumi, dan meminta kepada pihak penegak hukum untuk menindaklanjuti hal ini. “Apabila sampai pekan depan, tidak ada tindak lanjut dari pihak PLN, kami Pospera bersama masyarakat Lampura, akan mengadakan aksi besar-besaran,” pungkasnya. (*/ardi)