
Bandarlampung (SL) – Sebanyak 174 rumah di Umbul Karawang, Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras, Bandarlampung dilanda banjir.
Lurah Garuntang Syaifullah menjelaskan, dari 174 rumah yang terkena banjir, terbanyak berada di RT 2, yakni 95 rumah. Sedangkan di RT 1 ada 79 rumah. “Semalam itu hujan dan imbasnya sampai hari ini. Air itu muntahan dari daerah di atas, seperti Tanjungkarang, Enggal, atau lainnya,” kata Syaifullah saat ditemui di lokasi banjir.
Syaifullah menduga banjir berasal dari luapan Sungai Kuala. Selain menggenangi rumah, banjir juga menutup permukaan Jalan Yos Sudarso.
Sekolah Kebanjiran
Sebelumnya diberitakan, hujan deras yang mengguyur Kota Bandarlampung membuat sejumlah rumah dan sekolah kebanjiran, Jumat, 30 November 2018. Salah satu sekolah yang kebanjiran adalah MIN 12 Bandarlampung. Akibat ruang kelas tergenang banjir, siswa MIN 12 Bandarlampung tidak bisa bersekolah.
Kepala MIN 12 Bandarlampung Thisnawati mengatakan, siswa kelas 1, 5, dan 6 yang masuk pagi tidak bisa belajar karena ruang kelas tergenang banjir.
Sementara siswa yang masuk siang kemungkinan masih bisa bersekolah. “Ini musibah. Kejadian banjir bukan kali ini saja. Melainkan sudah berulang kali. Harapannya, pemerintah bisa memberikan solusi agar kita tak kebanjiran lagi,” tutur Thisnawati.
Longsor di Srengsem
Di Bandarlampung, musibah longsor terjadi di Kampung Doseran RT 12 LK II, Desa Srengsem, Panjang, Jumat, 30 November 2018 dini hari. Akibatnya, satu rumah beserta isinya hancur diterjang tanah berlumpur.
Umriyadi (27), pemilik rumah, mengatakan, musiba itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. “Tadi pagi jam empat,” ujar Umriyadi.
Beruntung, Umriyadi dan enak anggota keluarganya selamat. “Selamat semua karena kami sudah kebangun,” tambahnya.
Apesnya, tidak ada satu pun barang berharga miliknya yang dapat diselamatkan. “TV, kulkas semua hancur. Buku nikah saya aja lewat,” tandasnya.
Musibah longsor, kata Umriyadi, merupakan kali kedua. “Tahun kemarin juga kayak gini. Tapi, cuma dapur yang ancur,” sebutnya.
Kali ini, kamar, dapur, dan ruang tamu hancur karena diterjang lumpur. “Pohon kelapa dan pohon mangga saja sampai masuk rumah. Hancur pokoknya,” lanjutnya. (Tribunlpg)