
Pringsewu (SL)-Sekretaris Daerah kabupaten Pringsewu A. Budiman mengakui telah terjadi keteledoran terbitnya SK atas nama Waskito selaku kepala ULP yang merangkap menjadi PPK. Namun secara umum Sekda tidak memperhatikan kesalahan yang terjadi dengan larangan aturan tersebut.
Bahkan menurut Sekda juga selaku PPK pada kegiatan yang ada Waskito tidak ada honornya, yang ada honor pengguna anggarannya, maka sebetulnya sekda merasa heran juga kenapa Waskito mau menjadi PPK. Kabag sebelum Waskito tidak mau menjadi PPK karena jelas melanggar aturan, “Yang mengherankan kenapa Waskito mau menjadi PPK padahal dia juga tahu itu menabrak aturan dan salah,” kata Sekda, Senin, (17 /9/2018).
Data yang dihimpun media ada puluhan kegiatan yang sudah dilaksanakan di bagian perlengkapan dengan PPK sekaligus oleh Kabag yang juga kepala ULP seperti: pengadaan komputer dengan nilai anggaran Rp100juta, pengadaan Mobil Randis 4unit toyota inova senilai Rp1,2 Miliar, pengadaan Laptop 10 unit senilai Rp80juta, komputer LED 3 unit senilai Rp30juta, pengadaan Partisi ruangan kantor wakil bupati senilai Rp120 juta, pengadaan pintu metal detektor Rp70 juta, sewa gedung dan izin mobil dinas yang nilainya juga puluhan juta, juga masih ada banyak kegiatan lainnya yang PPK langsung oleh Kabag Perlengkapan yang juga Kepala ULP.
Sementara pemberitaan sebelumnya Kepala ULP atau Kabag Perlengkapan Pemkab Pringsewu Waskito, saat di konfirmasi wartawan diruangan kerjanya pada jum’at (07-09-2018) mengatakan penyebab terjadinya dia menjadi PPK kegiatan karena keteledoran karena dia saat itu menjabat kabag hukum telah membuat SK untuk PPK karena kabag sebelumnya juga sebagai PPK.
Waskito masih berdalih pembenaran untuk dirinya dengan dalih ini terjadi karena akan ada pemisahan jabatan Kepala ULP dari Kabag Perlengkapan. Meski mengaku keteledoran yang dia buat namun Waskito tetap menyatakan jika sudah ada perubahan aturan sehingga diperbolehkan Kepala ULP menjadi PPK, bahkan dia mengaku baru satu kegiatan saja yang dia sebagai PPKnya. Berbalik dengan data yang ada.
“Kepala ULP dan Kabag Perlengkapan rencananya akan dipisah makanya saya menjadi PPK, itu pun baru satu kegiatan yang berjalan pengadaan printer untuk buat paspor,” katanya. Namun ketika ditanya puluhan kegiatan yang sudah berjalan dan dia sebagai PPK, Waskito terdiam.(Wagiman)