5 menit baca
Ketika Boneka Menjadi Pemimpin
Oleh : Emha Ainun Najib “Kenapa rakyat mau memilih boneka, patung atau berhala untuk menjadi pemimpinnya?” “Karena partai politik memperkenalkan calonnya dengan mendustakan kenyataannya. Calon pemimpin ditampilkan dengan pencitraan, pembohongan, di make-up sedemikian rupa, dibesar-besarkan, dibaik-baikkan, diindah-indahkan, dihebat-hebatkan” “Itu bukan politik namanya, Pak, itu kriminal” “Memang bukan politik, melainkan perdagangan. Bukan demokrasi, melainkan perjudian. Memang […]
