
Way Kanan, sinarlampung.co – Kepala SMAN 2 Negeri Agung, Iswahyudi, S.Pd., memberikan klarifikasi soal isu dugaan pungutan sumbangan pembangunan mushola serta tuduhan penahanan ijazah milik seorang alumni kelulusan 2020. Ia menegaskan bahwa seluruh informasi yang beredar tidak sesuai fakta dan penyerahan ijazah di sekolahnya bersifat gratis tanpa biaya apa pun.
Menanggapi tuduhan adanya iuran Rp20 ribu per bulan yang diklaim dibebankan kepada siswa sejak 2018, Iswahyudi memastikan bahwa kebijakan pungutan semacam itu tidak pernah ada sejak dirinya resmi menjabat sebagai kepala sekolah pada 2019 hingga saat ini.
Selain itu, ia juga meluruskan tuduhan yang seolah-olah menyebut fasilitas tempat ibadah di lingkungan sekolah tersebut terbengkalai dan tidak memiliki kelengkapan sarana.
“Mengenai keadaan mushola yang disampaikan belum berpintu dan berjendela, itu tidak benar. Sejak tahun 2024 kami sudah memasang pintu dan jendela kaca. Alhamdulillah, sampai saat ini bangunannya dalam keadaan baik dan difungsikan,” jelas Iswahyudi melalui keterangan tertulisnya.
Terkait kabar penahanan ijazah akibat tunggakan uang sekolah (SPP) sebesar Rp400 ribu, Iswahyudi membantah keras hal tersebut. Pihak sekolah menegaskan telah menjalankan instruksi Dinas Pendidikan untuk menyerahkan seluruh ijazah siswa secara gratis.
Menurutnya, sejumlah dokumen ijazah yang saat ini masih tersimpan di ruang administrasi sekolah murni disebabkan oleh kendala teknis dan administratif. Salah satunya adalah dokumen yang belum sah karena pemilik ijazah belum hadir langsung untuk pembubuhan sidik jari (cap tiga jari).
Di samping belum dilakukannya sidik jari, pihak sekolah juga mengalami kesulitan melacak keberadaan alumni yang bersangkutan akibat adanya perubahan nomor telepon maupun alamat tinggal.
Pihak sekolah mengklaim telah berulang kali memberikan imbauan terbuka agar para alumni yang belum mengambil dokumen dapat segera datang ke sekolah.
“Pihak sekolah sudah berupaya memanggil siswa yang belum mengambil ijazah. Namun, sampai saat ini yang bersangkutan belum hadir,” pungkas Iswahyudi sembari melampirkan dokumentasi foto kondisi mushola saat ini serta deretan fisik ijazah yang masih menunggu diambil oleh pemiliknya. (*)