
Tulang Bawang Barat, sinarlampung.co – Sekolah seharusnya menjadi tempat anak belajar dan berkembang, bukan ruang yang membuat mereka takut. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mendorong seluruh sekolah menjadi lingkungan yang aman dan bebas dari perundungan maupun kekerasan.
Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Tubaba Nadirsyah saat menjadi Pembina Upacara dalam kegiatan Forkopimda Masuk Sekolah di SMP Negeri 9 Tubaba, Senin (10/8/2026).
Menurut Nadirsyah, anak merupakan aset penting sekaligus masa depan daerah. Karena itu, perlindungan terhadap mereka tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah.
“Anak-anak adalah aset terpenting dan masa depan Kabupaten Tubaba. Karena itu, mereka harus tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari rasa takut,” ujar Nadirsyah.
Ia menegaskan, tidak boleh ada pembiaran terhadap perundungan, termasuk tindakan yang dianggap kecil di lingkungan sekolah.
“Tidak boleh ada pembiaran terhadap aksi perundungan, sekecil apa pun itu,” tegasnya.
Menurutnya, sekolah harus mampu menjadi lingkungan yang ramah bagi seluruh peserta didik. Upaya mencegah kekerasan juga membutuhkan keterlibatan pemerintah, tenaga pendidik, orang tua dan masyarakat.
Karena itu, kegiatan Forkopimda Masuk Sekolah diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Momentum tersebut harus menjadi ruang untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya perlindungan anak.
“Mari kita jadikan momentum kegiatan Forkopimda Masuk Sekolah ini sebagai komitmen bersama untuk mewujudkan Tubaba yang Zero Violence atau nihil kekerasan terhadap anak,” ajaknya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah dan jajaran terkait.
Bagi Pemkab Tubaba, kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman. Sebab, mencegah kekerasan terhadap anak bukan hanya soal menghentikan bullying ketika terjadi, tetapi memastikan anak merasa aman sebelum kekerasan itu terjadi. (*)