
BANDAR LAMPUNG, sinarlampung.co– Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, memperkenalkan berbagai saluran pengaduan digital guna meningkatkan transparansi dan pelayanan publik. Salah satu inovasi unggulannya adalah aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama Centurion-21.
Dalam acara silaturahmi bersama mahasiswa, Ormas, OKP, dan media di Makorem pada Senin 13 April 2026, Pangdam menjelaskan bahwa aplikasi ini merupakan sarana utama bagi masyarakat untuk melaporkan kinerja Babinsa serta kondisi wilayah secara real-time.
Selain melaporkan kejadian di lapangan, masyarakat dapat memberikan masukan strategis terkait ketahanan pangan, pertanian, perkebunan, hingga perikanan melalui aplikasi tersebut.
”Aplikasi Centurion-21 dirancang untuk menghubungkan laporan masyarakat secara cepat dengan stakeholder terkait, mulai dari kepolisian, kejaksaan, hingga dinas setempat,” ujar Mayjen TNI Kristomei.
Selain aplikasi khusus, Kodam XXI/Radin Inten juga membuka kanal pengaduan melalui:
Media Sosial: Instagram resmi @kodamxxi_radininten.
Layanan WhatsApp: Sarana komunikasi yang cepat dan efisien untuk melaporkan permasalahan sosial.
Kanal Nasional: Integrasi dengan Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) di www.lapor.go.id atau SMS ke 1708.
Pangdam menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan tugas pokok TNI yang tertuang dalam Pasal 30 ayat (3) UUD 1945 dan UU No. 34 Tahun 2004. TNI tidak hanya bertugas dalam Operasi Militer untuk Perang (OMP), tetapi juga aktif dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Beberapa fokus utama TNI saat ini meliputi:
Pengamanan Pembangunan: Mendukung stabilitas infrastruktur, termasuk bantuan pada Koperasi Merah Putih yang kini masuk dalam 5 besar tercepat di Indonesia.
Ketahanan Pangan: Melalui Satgas PKH yang menargetkan perluasan lahan hingga 4 juta hektar.
Stabilitas Ekonomi: Menjaga keamanan nasional sebagai fondasi ekonomi di tengah dinamika geopolitik global.
TNI yang Humanis, Bukan Militerisme
Menutup arahannya, Mayjen TNI Kristomei menekankan bahwa keterlibatan TNI dalam pelayanan publik dan pembangunan dilakukan dengan pendekatan humanis. Ia membantah adanya kekhawatiran mengenai kembalinya era militerisme.
”TNI dibangun sebagai komponen utama pertahanan negara yang bertindak berdasarkan keputusan politik negara. Tidak ada kebijakan menuju negara militer. Fokus kami adalah melindungi rakyat tanpa menakuti atau menyakiti hati mereka,” pungkasnya. (red)