
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Pemerintah Provinsi Lampung memperbarui arah kebijakan Program Desaku Maju untuk tahun 2026 setelah mengevaluasi pelaksanaan sepanjang 2025. Rapat evaluasi yang dipimpin Wakil Gubernur Jihan Nurlela di Ruang Sakai Sambayan, Rabu (8/2/2026) itu menyoroti efektivitas hilirisasi desa, ketahanan pangan, serta sejumlah kendala teknis yang harus segera dibenahi.
Wagub Jihan menegaskan bahwa evaluasi menjadi langkah wajib agar program tetap berjalan sesuai target dan memberi manfaat besar bagi ekonomi desa.
“Kita breakdown satu per satu siapa yang melakukan leading sector pada programnya masing-masing agar output-nya tercapai,” kata Jihan.
Salah satu fokus utama adalah penyediaan Pupuk Organik Cair (POC) dan pemanfaatan mesin pengering hasil panen (bed dryer).
Sepanjang 2025, kata Jihan, POC telah digunakan di 500 titik sawah dan terbukti mendongkrak produktivitas petani. Tahun depan, skema POC akan direformulasi agar petani mampu memproduksi sendiri melalui pendampingan sekolah lapangan, sehingga tidak lagi bergantung pada pasokan bahan baku dari luar.
Di sisi hilirisasi, 34 unit bed dryer yang telah didistribusikan tahun lalu akan ditingkatkan menjadi 82 unit pada 2026. Evaluasi menemukan sejumlah kendala dalam operasional mesin, mulai dari lemahnya manajemen usaha hingga masalah teknis seperti dinamo terbakar.
Untuk itu, pemerintah menyiapkan pengawasan yang lebih ketat berbasis evidence-based policy, serta integrasi pembiayaan melalui Dana Desa maupun BUMDes.
Penguatan teknologi desa ini juga ditopang pelatihan vokasi ketenagakerjaan yang melibatkan 928 warga pada 2025. Tahun depan, vokasi difokuskan untuk 528 peserta dari 33 desa, dengan penajaman kompetensi yang langsung menjawab kebutuhan ekosistem Desaku Maju.
Jihan menegaskan bahwa lulusan vokasi tidak hanya diberi keahlian, tetapi diproyeksikan mampu menangani hambatan operasional seperti kebutuhan operator dan las mekanik.
Pemprov juga menargetkan perluasan desa percontohan setelah melihat keberhasilan integrasi hilirisasi di Desa Wonomarto, Lampung Utara, yang mampu mengolah gabah dari bed dryer hingga menghasilkan pakan ternak. Pada 2026, sebanyak 10 desa diusulkan sebagai pilot project baru, termasuk Desa Negara Ratu (Natar), Bumi Restu (Palas), dan Gedung Boga (Way Serdang).
Untuk memastikan koordinasi program berjalan hingga akhir periode, Gubernur Lampung membentuk Tim Koordinasi Desaku Maju 2025-2029 yang bertugas melalui lima kelompok kerja, mulai dari ekonomi desa, SDM, hilirisasi industri, hingga publikasi.
Pemprov menargetkan penguatan hulu-hilir desa dapat menekan angka kemiskinan, mengurangi ketimpangan ekonomi, dan mendorong kemandirian BUMDes. Dengan dorongan hilirisasi dan peningkatan produktivitas, pemerintah berharap petani tak lagi menjual bahan mentah, melainkan produk yang memiliki nilai tambah tinggi. (*)