
LAMPUNG TIMUR, sinarlampung.co– Selamet (51), seorang nelayan asal Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, yang dilaporkan hilang di perairan Lampung Timur, akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Minggu 5 April 2026.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut bersama KM Wahana Jaya. Jasadnya ditemukan setelah tim gabungan melakukan pencarian intensif di sekitar area operasional PGN Pertamina, Lampung Timur.
Ketua Tim (Katim) Basarnas Lampung, Rezi, menjelaskan bahwa KM Wahana Jaya awalnya bertolak dari Dermaga TPI Panimbang pada Jumat 3 April 2026 sekitar pukul 08.00 WIB untuk mencari ikan.
Pada Sabtu 4 April 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, saat kapal tiba di titik koordinat 05°24’700″ S – 106°04’900″ E, awak kapal mulai menebar jaring. Namun, sesaat setelah aktivitas tersebut, korban diketahui sudah tidak ada di atas kapal.
”Kami menerima laporan dari ABK (Anak Buah Kapal) pada Sabtu sore pukul 16.00 WIB. Korban diduga terpeleset dan jatuh ke laut saat sedang bekerja,” ujar Rezi kepada wartawan.
Pencarian dilakukan melalui sinergi tim gabungan yang terdiri dari TNI AL (Satpolair), Basarnas, dan unsur terkait lainnya. Jasad korban akhirnya ditemukan pada Minggu sore setelah terseret arus sejauh 10 mil dari titik awal hilangnya korban.
Berdasarkan informasi yang beredar di lapangan, jasad korban ditemukan oleh nelayan lain yang sedang menarik jaring. Kondisi jasad dilaporkan tersangkut pada jaring bersama hasil tangkapan ikan.
Korban diketahui bernama Selamet, warga Jalan Ikan Bawal, Gang Damai II, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung. Korban merupakan nelayan yang sering beroperasi di wilayah perairan Lampung Timur.
Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi dan segera dipulangkan ke rumah duka untuk proses pemakaman. (Red)