
BANDAR LAMPUNG, sinarlampung.co– Insiden tragis yang menimpa dua mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang hanyut saat berswafoto di aliran sungai Wira Garden memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Pengelola destinasi wisata tersebut dinilai harus bertanggung jawab penuh atas aspek keamanan dan keselamatan pengunjung.
Tanggung jawab pengelolaan lokasi wisata sungai tidak hanya mencakup kebersihan dan kelestarian lingkungan, tetapi yang paling utama adalah jaminan keselamatan jiwa melalui pengawasan ketat dan perizinan yang sesuai standar.
Aspek Keselamatan Wisatawan Adalah Wajib
Sesuai aturan pengelolaan objek wisata, pihak pengelola memiliki kewajiban mutlak untuk:
Menyediakan pemandu yang terlatih.
Memantau debit air secara berkala, terutama saat cuaca ekstrem atau hujan.
Memasang tanda peringatan bahaya di titik-titik rawan.
Menyediakan peralatan keselamatan (seperti pelampung) jika terdapat aktivitas air.
Wira Garden Wajib Miliki Early Warning System
Direktur Lembaga Konservasi 21 (LK21) Provinsi Lampung, Edy Karizal, menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pengelola wisata sungai di Lampung agar insiden serupa tidak terulang, terutama saat menghadapi ancaman banjir bandang.
“Wisata yang berbasis sungai seperti Wira Garden wajib memiliki sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS). Dengan adanya EWS di bagian hulu, peningkatan debit air dapat terdeteksi lebih cepat sehingga proses evakuasi bisa dilakukan sebelum terjadi bencana,” ujar Edy.
Peran Pemerintah dalam Pengawasan
Selain pengelola, pemerintah juga disorot terkait fungsi pemantauan dan evaluasi. Pemerintah berkewajiban mengevaluasi pengelolaan objek wisata sungai secara berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi tata kelola ruang sungai dan izin kegiatan.
Kejadian ini menjadi rapor merah bagi dunia pariwisata daerah jika tidak segera dibenahi melalui regulasi yang ketat dan sistem keamanan yang terintegrasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola wisata Wira Garden belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut maupun tuntutan mengenai standar keselamatan di lokasi wisata mereka. (Red)