
Papua Tengah, sinarlampung.co –Situasi keamanan di Ibukota Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, dilaporkan mencekam menyusul rangkaian kekerasan berdarah yang terjadi sejak Selasa (31/3/2026). Insiden ini mengakibatkan seorang anggota Polri gugur dan sedikitnya empat warga sipil dilaporkan tewas tertembak dalam kericuhan susulan.
Ketegangan bermula pada Selasa pagi sekitar pukul 10.00 WIT, ketika jasad Bripda Juventus Edowai (24), anggota Polres Dogiyai, ditemukan di parit dekat pertigaan Gereja Kingmi Ebenhaezer, Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka bacok serius di bagian leher, kepala belakang, serta kehilangan jari tangan. Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, mengonfirmasi bahwa korban diduga kuat menjadi korban penganiayaan berat oleh Orang Tak Dikenal (OTK).
Pasca penemuan jenazah tersebut, situasi di Moanemani dengan cepat memanas. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga di lapangan, rentetan tembakan mulai terdengar di sejumlah titik tak lama setelah evakuasi korban ke RSUD Pratama Dogiyai.
Empat warga sipil dilaporkan tewas dalam insiden lanjutan tersebut:
Ester Pigai (60): Seorang lansia yang dilaporkan tewas tertembak di dalam rumahnya di Kampung Kimupugi.
Sipi Tibakoto (18): Pemuda asal Kampung Kamu Selatan.
Yoseph Yobe (19): Warga Idakotu yang dilaporkan terkena tembakan di bagian perut.
Satu Korban Anonim: Seorang warga yang hingga kini identitasnya masih dalam proses verifikasi.
Kapolda Jermias Rontini menjelaskan bahwa personelnya sempat mendapatkan aksi provokasi saat melakukan patroli di jalan Trans Nabire-Enaro. Sekelompok warga melepaskan anak panah dan serangan senjata PCP yang mengakibatkan Bripda AR (23) terluka di bahu kiri.
Ketegangan memuncak pada Selasa malam sekitar pukul 18.30 WIT, ketika massa melakukan penyerangan ke Markas Polres Dogiyai menggunakan panah dan batu, yang menyebabkan satu anggota lagi, AY (22), terluka di bagian bahu belakang.
Hingga Rabu 1 April 2026 dini hari, aksi massa meluas ke perusakan fasilitas. Sejumlah bangunan kios, tempat tinggal warga, serta dua unit truk pengangkut kayu dilaporkan hangus terbakar. Video yang beredar memperlihatkan puluhan sopir truk terpaksa melarikan diri ke hutan untuk menyelamatkan diri dari amukan massa sebelum akhirnya dievakuasi aparat.
Meskipun terdapat laporan warga mengenai jatuhnya korban sipil, Kapolda Papua Tengah menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman dan belum bisa mengonfirmasi secara resmi jumlah korban dari masyarakat karena belum adanya laporan formal yang masuk ke kepolisian.
“Situasi di wilayah Kabupaten Dogiyai saat ini sudah berangsur kondusif. Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi isu-isu yang berkembang dan mempercayakan penanganan hukum kepada TNI dan Polri,” kata Brigjen Pol. Jermias Rontini. (Red)