
BANDAR LAMPUNG, sinarlampung.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung memberikan peringatan keras (warning) kepada seluruh satuan pendidikan dan pihak pengelola untuk tidak main-main dalam menjaga kualitas gizi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil demi menjamin kualitas kesehatan generasi anak didik di Bumi Ruwa Jurai.
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Americo, Kabid Pembinaan Ketenagaan (GTK), Jhoni Efendi, menegaskan bahwa pengawasan terhadap standar nutrisi MBG adalah harga mati yang tidak boleh ditawar.
Jhoni Efendi menyampaikan bahwa program MBG harus dijalankan dengan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan yang ketat. Menurutnya, kualitas makanan yang diterima siswa akan menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) Lampung di masa depan.
”Sesuai arahan Bapak Kepala Dinas, Thomas Americo, kami memberikan penekanan khusus kepada seluruh satuan pendidikan dan SPPG untuk memastikan setiap kalori dan nutrisi yang disajikan benar-benar layak. Ini adalah kepentingan besar bagi kesehatan generasi emas kita,” ujar Jhoni Efendi saat memberikan keterangan, Kamis 2 April 2026.
Jhoni menambahkan, Disdikbud Lampung tidak ingin mendengar adanya laporan mengenai makanan yang tidak layak konsumsi atau di bawah standar gizi nasional. Ia meminta pihak sekolah aktif memantau proses penyediaan makanan.
”Gizi yang baik berbanding lurus dengan kecerdasan. Kita ingin anak-anak didik di Lampung tumbuh sehat, memiliki konsentrasi belajar yang tinggi, dan terhindar dari masalah gizi buruk atau stunting. Karena itu, higienitas dan keseimbangan menu harus dijaga,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Disdikbud melalui Bidang GTK dan instansi terkait akan melakukan monitoring berkala ke sekolah-sekolah di kabupaten/kota. Jika ditemukan pihak pengelola yang mengabaikan kualitas gizi demi mencari keuntungan sepihak, Disdikbud akan mengambil tindakan tegas.
”Kami akan pantau terus di lapangan. Jangan sampai program yang sangat baik ini dirusak oleh pengelolaan yang asal-asalan. Masa depan fisik dan mental anak didik kita adalah prioritas utama,” tegas Jhoni.
Melalui peringatan ini, Disdikbud Lampung berharap seluruh elemen pendidikan dapat bersinergi dalam mensukseskan program MBG sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi penerus yang tangguh dan kompetitif di Provinsi Lampung. (Red)