
BANDARLAMPUNG, sinarlampung.co– Pemerintah Provinsi Lampung terus mematangkan persiapan Program Kelas Migran Vokasi guna mencetak tenaga kerja terampil yang mampu bersaing di kancah internasional. Langkah percepatan ini dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur, Selasa 31 Maret 2026.
Dalam rapat yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Lampung, Thomas Americo, Wagub menegaskan bahwa program ini merupakan solusi strategis untuk membangun generasi pekerja migran yang profesional dan berdaya saing global.
Target dan Skema Pelatihan
Tahun ini, program Kelas Migran Vokasi ditargetkan menyasar 7.855 siswa SMA/SMK di seluruh Provinsi Lampung. Untuk mendukung kualitas pembelajaran, pemerintah telah menyiapkan 93 tenaga pengajar atau sensei.
Skema pelatihan akan dibagi menjadi dua klaster utama, yakni:
Jalur Magang: Fokus pada pengenalan industri dan budaya kerja.
Jalur Kerja: Fokus pada penempatan profesional sesuai keahlian teknis.
Peluang Besar di Negeri Sakura
Berdasarkan data Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung, saat ini terdapat 475 lowongan kerja di Jepang yang siap diisi. Sektor Food and Beverage (F&B) serta Hospitality mendominasi dengan 229 lowongan, disusul sektor kesehatan (caregiving) sebanyak 80 lowongan. Sisanya tersebar di sektor agrikultur, logistik, manufaktur, dan konstruksi.
”Tren perekrutan di Jepang kini mengarah pada skill-based recruitment. Artinya, kompetensi menjadi panglima, dan faktor gender tidak lagi menjadi batasan utama,” ungkap perwakilan BP3MI dalam rapat tersebut.
Wagub Jihan Nurlela meminta seluruh pihak, mulai dari OPD, BP3MI, Bank Lampung, hingga Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), untuk bersinergi melakukan pengawalan intensif.
”Program ini harus dieksekusi tahun ini. Saya tidak ingin ada penundaan. Harus ada pemberangkatan dari peserta yang telah dilatih,” tegas Jihan.
Ia juga menginstruksikan adanya proses screening minat dan potensi siswa sejak dini agar pelatihan yang diberikan tepat sasaran. “Jika ada kendala, segera koordinasikan. Jangan sampai ketidaksiapan muncul saat mendekati waktu keberangkatan. Kita ingin semua berjalan sesuai rencana demi kesejahteraan masyarakat Lampung,” pungkasnya. (Red)