
BANDAR LAMPUNG, sinarlampung.co– Luapan air hujan kembali merendam jalur utama Jalan Soekarno-Hatta (Jalinsum), Bandar Lampung, Selasa (31/3/2026). Selain memicu kemacetan panjang, kondisi ini memicu reaksi keras dari warga yang menagih janji Pemerintah Kota (Pemkot) terkait penanganan banjir.
Pantauan di lokasi, genangan air yang cukup dalam di dekat tanjakan PJR Km 8, Kelurahan Way Lunik, Panjang, membuat kendaraan harus merayap. Antrean truk dan kendaraan pribadi mengular hingga beberapa kilometer karena khawatir mogok atau terperosok.
Kejadian ini kembali memicu trauma bagi pengguna jalan. Pasalnya, pada banjir besar bulan lalu, satu unit mobil sempat terseret arus deras di wilayah tersebut. Warga menilai, hingga saat ini belum ada solusi konkret yang mampu meminimalisir luapan air ke badan jalan utama.
”Kami menagih janji Wali Kota untuk mengatasi banjir di Bandar Lampung ini. Setiap hujan deras, jalan berubah jadi sungai. Jangan sampai ada korban lagi seperti bulan lalu saat ada mobil terseret arus,” ujar salah seorang warga yang melintas di lokasi.
Sejauh ini, Wali Kota Eva Dwiana menyatakan bahwa Pemkot terus berupaya mengatasi persoalan meluapnya air hujan ke jalan raya. Namun, fakta di lapangan menunjukkan drainase yang ada tidak mampu menampung debit air saat intensitas hujan tinggi.
Selain di Jalinsum, titik kemacetan dan genangan serupa juga terjadi di Jalan Yos Sudarso (depan Hotel Sahid) dan kawasan Negeri Olok Gading, Telukbetung Barat. (Red)