
Bandar Lampung, sinarlampumg.co – PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB) bersama PT Hakaaston (HKA) mengintensifkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar jalur Tol Bakauheni–Terbanggi Besar selama Ramadan 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi terhadap potensi aktivitas anak-anak, remaja, maupun oknum tidak bertanggung jawab yang berisiko membahayakan keselamatan pengguna jalan tol.
Kegiatan sosialisasi dilakukan secara langsung melalui pertemuan dengan kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta kunjungan ke lokasi yang sering menjadi titik aktivitas warga, seperti overpass jalan tol di sekitar permukiman. Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan pemahaman mengenai bahaya beraktivitas di sekitar jalan tol serta pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak, terutama pada sore hingga malam hari.
Project Manager Ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, Riadiano Muhammad, mengatakan selama bulan Ramadan terjadi perubahan pola aktivitas masyarakat. Menjelang waktu berbuka puasa dan setelah salat tarawih, mobilitas warga cenderung meningkat. Dalam beberapa hari terakhir juga terlihat aktivitas remaja di sekitar area luar bahu jalan tol, serta berkumpul di overpass, underpass, dan jembatan penyeberangan orang (JPO).
“Kami ingin memastikan bahwa selama Ramadan dan arus mudik dan balik bahkan seterusnya tidak ada aktivitas di sekitar tol yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan,” tegas Riadiano Muhammad.
Riadiano menambahkan, pengelola Tol Bakter juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian, Kepolisian Sektor (Polsek) setempat, personel Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Lampung, Bawah Kendali Operasi (BKO) TNI AD Korem 043/Gatam, serta pemerintah daerah guna memperkuat pengamanan selama periode Ramadan.
“Patroli dari tim Layanan Jalan Tol (LJT) juga rutin akan ditingkatkan di sejumlah titik yang dianggap rawan, termasuk area pemukiman yang berdekatan dengan pagar tol, underpass, overpass dan juga JPO,” imbuhnya.
Sementara itu, Manager Area Tol Bakter Andri Pandiko mengatakan kegiatan sosialisasi tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran bersama bahwa jalan tol merupakan objek vital nasional yang harus dijaga bersama.
“Masyarakat juga kami imbau untuk segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan, perusakan pagar tol, pelemparan atau tindakan lain yang berpotensi mengganggu keselamatan lalu lintas. Sinergi antara pengelola, aparat keamanan, dan warga sekitar diharapkan mampu menciptakan suasana yang aman dan kondusif,” tutup Andri Pandiko.
PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku. Pengguna jalan diharapkan memastikan kendaraan terkunci saat berhenti di rest area serta tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan. Saat berkendara, pengguna jalan diminta mematuhi batas kecepatan maksimal 100 km/jam, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, serta tidak mengemudi dalam kondisi lelah atau mengantuk.
Informasi lalu lintas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar dapat diperbarui melalui aplikasi Astoll by HKA maupun Call Center 150700. (Rls)