
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Pemerintah Provinsi Lampung melakukan percepatan pembangunan infrastruktur dengan menjadwalkan pengerjaan 62 paket jalan provinsi pada Maret 2026. Proyek ambisius ini mencakup perbaikan 62 ruas jalan dan pembangunan tujuh jembatan dengan total alokasi anggaran mencapai Rp1,25 triliun.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengungkapkan bahwa percepatan ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
“Biasanya, pekerjaan lapangan baru dimulai sekitar April atau Mei setelah lelang selesai. Namun, sesuai arahan Bapak Gubernur, pembangunan dimulai lebih awal pada Maret guna merespons kebutuhan mendesak masyarakat,” ujar Taufiqullah saat memberikan keterangan, Selasa 24 Februari 2026.
Mitigasi Kerusakan dan Skema Pembiayaan
Langkah taktis ini diambil mengingat tingginya curah hujan yang mempercepat kerusakan jalan. Sebagai langkah awal, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) BMBK telah melakukan penambalan lubang (patching) secara masif sejak Januari 2026 untuk menjamin keselamatan pengguna jalan sebelum perbaikan permanen dimulai.
Taufiqullah menjelaskan, dari 62 ruas jalan yang direncanakan, sebanyak 17 ruas di antaranya akan didanai melalui skema pinjaman daerah dari Bank BJB. “Dana pinjaman tersebut menjadi bagian dari total 62 ruas yang dikerjakan tahun ini untuk memastikan cakupan perbaikan lebih luas,” tambahnya.
Dengan kucuran anggaran triliunan rupiah tersebut, Dinas BMBK optimistis tingkat kemantapan jalan provinsi akan melampaui target Rencana Strategis (Renstra) daerah.
Berdasarkan data terakhir pada Desember 2025, posisi jalan mantap di Provinsi Lampung telah mencapai 79,79 persen. Sementara itu, target dalam Renstra untuk tahun 2026 ditetapkan sebesar 80,8 persen.
“Melihat progres dan ketersediaan anggaran saat ini, kami sangat optimistis realisasi jalan mantap di akhir tahun nanti akan melampaui angka 80,8 persen,” pungkas Taufiqullah. (Red)