
Bandar Lampung, sinarlampung.co - Hujan lebat yang disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Lampung pada Sabtu 14 Februari 2026 sejak sore hingga malam hari. Cuaca ekstrem ini memicu berbagai kekacauan, mulai dari pohon tumbang, banjir, hingga kerusakan infrastruktur akibat terjangan puting beliung.
Dampak cuaca buruk sangat terasa di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Arus lalu lintas dari arah kawasan Bandara menuju Tegineneng dilaporkan mengalami kemacetan total. Lumpuhnya akses jalan ini disebabkan oleh banyaknya pohon tumbang dan tiang yang roboh melintang menutupi badan jalan.
Hal ini dikonfirmasi oleh salah seorang sopir asal Kota Metro yang saat itu sedang dalam perjalanan pulang dari Bandar Lampung. “Macet total, kendaraan tidak bisa bergerak. Banyak pohon dan tiang yang roboh ke tengah jalan karena anginnya kencang sekali tadi sore,” ungkapnya.
Sementara itu, tingginya curah hujan di Kota Metro turut memicu terjadinya banjir. Genangan air dilaporkan merendam permukiman dan akses jalan warga, membentang dari wilayah Kecamatan Metro Barat hingga Metro Selatan. “Bambu Kuning banjir, ” Ujar seorang ibu rumah tangga.
Kondisi yang tak kalah mencekam terjadi di Kabupaten Lampung Utara. Kengerian angin puting beliung yang memporak-porandakan wilayah tersebut, khususnya di Kotabumi, terekam jelas dalam sejumlah video amatir warga yang beredar cepat di masyarakat.
Dalam rekaman amatir tersebut, terlihat kepanikan warga saat angin kencang merusak berbagai bangunan. Kerusakan dilaporkan menimpa sejumlah ruko, rumah warga, fasilitas kesehatan di rumah sakit, hingga gedung Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Lampung Utara. Selain itu, video juga memperlihatkan banyaknya pohon berukuran besar yang tumbang akibat kuatnya embusan angin.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pendataan. Belum ada kepastian mengenai total kerugian materiil maupun ada tidaknya korban jiwa akibat rentetan peristiwa ini. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem di wilayah Lampung diprediksi masih bisa terjadi. (Red)