
Jakarta, sinarlampung.co – Puisi “Air Bah Sumatera” ikut serta meriahkan Halal Travel Fair. Puisi ini dibacakan oleh penulisnya Arsiya Oganara di Trans Studio Mall Cibubur. Jum’at, 6 Januari 2026.
Arsiya Oganara mengungkapkan, puisi ini baginya merupakan bentuk keprihatinan kepada saudara-saudara kita yang terkena dampak bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Dengan puisi ini, kita berempati walaupun secara fisik tidak bersama mereka” tutupnya.
Pada kesempatan ini, lmam al Faruq selaku Senior Officer Dompet Dhuafa menyatakan beberapa lokasi masih sangat sulit bencana gas dan listrik belum stabil. “Terutama di Aceh Tamiang, Aceh Utara, Takengon, dan Pidie Jaya”, tegasnya pada acara Talkshow Interaktif Dompet Dhuafa dengan tema “Travel, Care, Share: untuk Sumatera.
Tumpukan kayu masih sangat banyak seperti saat terjadi bencana dan belum dipindahkan, dan ranting-tanting kayu lebih banyak lagi jumlahnya, tambahnya.
Tak hanya itu, lmam melanjutkan, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih tanggap darurat.
“Menuju lokasi masih sangat sulit dan menurut BMKG puncak hujan belum terjadi. Maka kita tetap waspada”, tutupnya.
Chiki Fauzi sebagai Super Volunteer Dhompet Dhuafa menyampaikan kesedihannya serta pesan bagi masyarakat tentang hal yang bisa dilakukan.
“Berdonasi serta selalu up to date informasi seperti dari NGO”, saran Chiki.
Puisi “Air Bah Sumatera” Karya Arsiya Oganara
Duka lara Sumatera dua puluh empat November dua ribu dua puluh lima. Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, sampai Sumatera Barat.
Hakikatnya, air adalah Rahmat Sang Maha Kuasa. Dia pencipta dunia beserta isinya. Kehidupan bermula dari air.
Sumatera surga dunia. Alam nan elok, hijaunya dedaunan laksana permadani Firdaus. Fauna langka. Aneka ragam suku, adat, istiadat.
Pesona keindahan alam, garis pantai memanjang di Pantai Barat Sumatera. Kokohnya gugusan Pegunungan Bukit Barisan. Derasnya aliran sungai Pantai Timur Sumatera.
Pusparagam flora bunga Raflesia Bengkulu. Kawanan Orang Utan Bukit Lawang. Ikan Bilih Danau Sinkarak. Gagahnya Gajah Sumatera Taman Nasional Way Kambas.
Berbagai macam suku, Suku Gayo Aceh, Suku Batak Sumatera Utara, Suku Minang Sumatera Barat, juga Suku Melayu Palembang.
Seni istimewa Tarian Saman Aceh. Unik Lompat Batu Nias Sumatera Utara. Tari Piriang Sumatera Barat. Gemulai jemari Tari Gending Sriwijaya Sumatera Selatan.
Wastra Songket Aceh. Tenun Ulos Sumatera Utara. Kain Songket Minangkabau Sumatera Barat. Benang emas dan perak Songket Palembang yang mewah.
Namun, ulah segelintir manusia tamak dan rakus. Exploitasi merubah hutan sekehendak hati. Tiada terfikirkan kerugian negeri.
Kerusakan alam dan hutan terjadi. Legal tak bermoral demi ongkos politik, disrupsi peradaban tak terhindarkan. Pembodohan struktural terulang.
Banjir bandang, malapetaka buatan segelintir manusia tak punya hati nurani. Jangan salahkan cuaca ekstrim. Bukan juga salah petani membuka lahan.
Duka mendalam melanda Ibu Pertiwi. Meluapnya air sapu bersih yang dilewati, semua hilang ditelan alam. Hasil alam untuk sejumput orang, namun bencana melanda semuanya. Tragis, ini hanya urusan lokal.
Indonesia, tanah tumpah darah kami. Tetaplah teguh, tegak berdiri. Usaha dan doa kami selalu menyertai.
Indonesia tetap dihati.
Indonesia Jaya selamanya.
Bandar Lampung, 27 Desember 2025
Diketahui, Jesica sebagai moderator pada acara Talkshow Interaktif Dompet Dhuafa. Sedangkan peserta Halal Travel Fair diantaranya Raykha Tours & Travel. Halal Travel Fair berlangsung dari tanggal 3 – 8 Februari 2026. (Heny)