
Bandar Lampung, sinarlampung.co-Musim hujan di Kota Bandarlampung kembali membawa duka. Hanya berselisih lima hari, dua nyawa bocah melayang akibat terseret arus air di lokasi berbeda.
Peristiwa terbaru menimpa Abdul Rosyid Asady (8). Bocah malang ini tewas tenggelam di aliran sungai Way Awi, Jalan Hanoman, Kelurahan Jagabaya, Kecamatan Wayhalim, pada Sabtu 17 Januari 2026 sekitar pukul 13.30 WIB.
Tragedi ini menambah daftar kelam kecelakaan air yang melibatkan anak-anak di Kota Tapis Berseri. Sebelumnya, pada Selasa 13 Januari 2026, Adiyatma Dzaki Ardani (8) juga tewas terseret arus selokan saat hujan deras di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Rajabasa Raya.
Gara-gara Kelereng
Camat Tanjungkarang Timur, Dedi Saputra, menjelaskan kronologi kejadian nahas yang menimpa Abdul Rosyid. Siang itu, korban sedang asyik bermain kelereng bersama tiga rekannya yaitu Al, Fahri, dan Faiz di tepian sungai Way Awi.
Salah satu kelereng kemudian terlempar dan masuk ke sungai. Tanpa pikir panjang, korban melepas pakaiannya dan terjun ke sungai yang saat itu memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter untuk mengambil kelereng tersebut.
Diduga karena arus sungai yang deras akibat musim hujan, korban terjebak dalam pusaran air.
”Saksi mata menyebut korban terjebak pusaran air. Sekitar 10 menit kemudian, baru datang pertolongan warga setelah teman-teman korban berteriak memberi tahu ada yang tenggelam,” ujar Dedi.
Teriakan bocah-bocah itu didengar oleh Kepala Lingkungan (Kaling) setempat, Indra. Warga segera mengevakuasi korban dan berupaya memberikan pertolongan pertama dengan memompa dada sang bocah. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Kampung Sawah. Namun takdir berkata lain, nyawanya tidak tertolong.
Duka mendalam dirasakan orangtua korban, Mardi Saputra (45), yang juga merupakan anggota Linmas Kelurahan Sawah Brebes. Mereka tercatat sebagai warga Jalan Romo Wijoyo Atas, RT 13 LK 1, Kelurahan Sawah Brebes, Kecamatan Tanjungkarang Timur.
Waspada Musim Hujan
Kejadian ini seolah mengulang tragedi lima hari sebelumnya. Di Rajabasa Raya, Adiyatma Dzaki Ardani (8) ditemukan meninggal dunia setelah terpeleset ke dalam selokan saat hendak mengambil botol, Selasa 13 Januari 2026 pukul 16.00 WIB.
Camat Rajabasa, Rachmatsyah, saat itu menuturkan bahwa korban sedang bermain hujan-hujanan. Derasnya arus drainase saat hujan lebat membuat korban terseret dan tak mampu menyelamatkan diri.
Rentetan kejadian ini menjadi peringatan keras bagi para orangtua di Bandar Lampung untuk lebih waspada mengawasi aktivitas anak-anak, terutama saat bermain di dekat aliran air, sungai, atau drainase di tengah intensitas hujan yang tinggi. (Red)