
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Polemik internal melanda tubuh Forum Guru Motivator Peduli Literasi (FGMPL) Provinsi Lampung. Arsiya Heni Puspita, S.I.Kom., sosok sentral di balik suksesnya acara Festival Cerpen Indonesia 2025, secara mendadak dinonaktifkan dari jabatannya di Bidang Publikasi/Komunikasi dan Portal IT.
Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pengurus yang digelar di Aula Pahawang, BGTK Jalan Cut Mutia, Bandar Lampung, Rabu (31/12/2025). Rakor tersebut dibuka oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Surya Apriana Su’ud.
Dianggap Cacat Prosedur
Henny, sapaan akrab Arsiya, memprotes keras mekanisme penonaktifan dirinya. Ia mengaku hingga saat ini tidak pernah menerima surat resmi terkait keputusan Nomor: 001/FGMPL/P.L/I/2026 tersebut.
“Saya menyatakan bahwa sampai saat ini saya tidak menerima Surat Resmi Penonaktifan. Saya hanya mengetahui secara lisan dan mendapati diri saya sudah dikeluarkan dari grup WhatsApp (WAG) FGMPL Provinsi Lampung saat Rakor berlangsung,” tegas Henny dalam keterangan persnya.
Klaim Kontribusi Besar Dari Nol hingga Dikenal Publik
Henny menyayangkan langkah organisasi yang dinilainya melupakan kontribusi besar yang telah ia berikan sejak bergabung pada Februari 2025. Ia membeberkan fakta bahwa sebelum kehadirannya, FGMPL Provinsi Lampung mengalami stagnasi program dan kesulitan finansial.
“Sebelum saya masuk, belum ada pemasukan dana selain iuran tahunan anggota yang macet. Program seperti Lomba Pentas Literasi pun mandul di banyak kabupaten,” ungkapnya.
Henny mengklaim dirinya adalah inisiator yang membawa perubahan signifikan, di antaranya:
Membuka Kran Pendanaan Menghubungkan Ketua Umum FGMPL, Sumedi, dengan Indra Gunawan (Direktur SIP Publishing), yang menghasilkan kerja sama dan fee masuk ke kas organisasi.
Eksposur Media
Membawa FGMPL tampil di TVRI Lampung dan pemberitaan masif di media lokal hingga Jakarta.
Eksekutor Acara
Menjadi Ketua Panitia dan pelaksana utama (80% pengerjaan) dalam launching buku Festival Cerpen Indonesia 2025 dan Wisata Literasi.
“Berkat acara Festival Cerpen Indonesia 2025, FGMPL kini dikenal luas oleh Pemerintah Provinsi dan masyarakat. Namun setelah sukses, saya justru diperlakukan seperti ini,” pungkasnya.
Baca Berita terkait FGMPL: https://sinarlampung.co/search/?q=FGMPL
Hingga berita ini diturunkan, pihak Ketua Umum FGMPL Provinsi Lampung belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penonaktifan tersebut. (Red)