
BANDAR LAMPUNG, sinarlampung.co-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung membuat langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian energi. Melalui konsep energi baru terbarukan (EBT), Pemprov berencana mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung yang memanfaatkan permukaan air di sejumlah bendungan besar.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, menyatakan bahwa langkah ini selaras dengan visi “Astacita” pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
“Target pemerintah daerah adalah mendorong kemandirian energi. Salah satu cara memenuhinya adalah dengan pengembangan potensi energi terbarukan, yakni PLTS terapung di bendungan-bendungan yang kita miliki,” ujar Mulyadi di Bandar Lampung, Jumat 2 Januari 2026.
Mulyadi memaparkan, kebutuhan listrik di Provinsi Lampung saat ini mencapai 1.300 megawatt (MW). Dari jumlah tersebut, 1.000 MW dipasok oleh pembangkit lokal, sementara 300 MW sisanya masih bergantung pada pasokan dari Sumatera Selatan.
”Ke depan, seiring pertumbuhan kebutuhan energi, kita tidak bisa terus bergantung. Kita harus mencari sumber energi baru yang ramah lingkungan. Target kami, kapasitas listrik bisa meningkat hingga 2.000 MW dengan memanfaatkan surya, geothermal, angin, hingga mikrohidro,” jelasnya.
Secara teknis, pengembangan PLTS Terapung ini akan menggunakan sekitar 20 persen dari total luas permukaan bendungan. Selain menghasilkan listrik, panel surya yang mengapung juga berfungsi mengurangi penguapan air bendungan.
Tiga bendungan utama yang menjadi prioritas pengembangan adalah Bendungan Batutegi, Way Sekampung, dan Margatiga. Saat ini, Pemprov Lampung tengah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), PLN, dan para investor untuk merealisasikan proyek tersebut.
”Lampung sebenarnya sudah melampaui target nasional bauran energi terbarukan. Pusat menargetkan 23 persen, dan Lampung saat ini sudah mencapai 30 persen,” tambah Mulyadi.
Berdasarkan pemetaan potensi, wilayah seperti Lampung Barat, Way Kanan, Tanggamus, Lampung Utara, Lampung Tengah, dan Pesawaran memiliki potensi tenaga surya mencapai 135 watt per meter persegi.
Berikut adalah rincian potensi kapasitas listrik yang dapat dihasilkan dari PLTS Terapung di bendungan-bendungan Lampung:
Bendungan Margatiga: Luas 2.314 hektare, potensi kapasitas 462,79 MW.
Bendungan Batutegi: Luas 2.100 hektare, potensi kapasitas 420 MW.
Bendungan Way Sekampung: Luas 825 hektare, potensi kapasitas 165 MW.
Bendungan Way Rarem: Luas 419 hektare, potensi kapasitas 83,7 MW.
Bendungan Way Jepara: Luas 310 hektare, potensi kapasitas 62 MW.
Proyek ini diharapkan tidak hanya memperkuat pasokan listrik daerah, tetapi juga menjadi model pengelolaan energi hijau yang berkelanjutan di Sumatera. (Red)