
Bandar Lampung, sinarlampung.co-Puluhan warga Perumahan Glora Persada, Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, melakukan protes terhadap proyek pembangunan jembatan yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung. Warga menilai, pembangunan jembatan tersebut mempersempit aliran sungai sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan banjir apabila terjadi hujan deras, Minggu 26 Oktober 2025/
Salah satu warga, Levi Saputra, S.T, menyampaikan langsung keberatan masyarakat kepada Lurah Rajabasa Raya, Iwan Supandi. Dalam pertemuan itu, Levi meminta agar proyek jembatan di Jalan H. Komarudin, Gang Cendana, Kelurahan Rajabasa Raya, yang berbatasan dengan Lampung Selatan, dihentikan sementara waktu.
“Kami masyarakat Perumahan Glora Persada meminta agar pekerjaan jembatan ini dihentikan sementara. Jika proyek tetap dipaksakan berjalan, kami akan menggelar aksi unjuk rasa yang lebih besar,” ujar Levi mewakili warga, Minggu 26 Oktober 2025.
Menanggapi hal tersebut, Lurah Rajabasa Raya, Iwan Supandi, mengatakan akan segera menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pihak Dinas PU Kota Bandar Lampung. “Kami akan menindaklanjuti laporan warga dan menyampaikannya ke pihak Dinas PU agar segera ditinjau kembali,” ujarnya.
Hingga kini di lokasi proyek, pengerjaan jembatan masih berlangsung. Warga mengatakan bahwa proyek sebaiknya ditunda sementara waktu hingga ada solusi teknis agar tidak menimbulkan dampak banjir bagi warga sekitar.
Diketahui, proyek pembangunan jembatan tersebut dikerjakan oleh CV. B Tree dengan pengawasan dari CV. Jasa Teknik Konsultan. Nilai kontrak proyek mencapai Rp618.577.000, yang bersumber dari APBD Kota Bandar Lampung Tahun Anggaran 2025. “Kami tidak menolak pembangunan, tapi mohon agar diperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dan permukiman warga,” kata warga bernama Rio. (Red)