
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Ustadz. Drs. M. Bainalhuri Halim, M.Kom.I melakukan pengguntingan pita pertanda Peresmian dan Pembukaan Ponpes Tahfidz Baitul Qur’an (Lambhan Qur’an). Serta Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Do’a Bersama di Baitul Qur’an Center Perumahan Korpri Raya Bandar Lampung.
Ustadz. M. Bainalhuri Halim selaku Ketua Pembina menceritakan awal sejarah ponpes. Berawal dari Taman Pendidikan al Qur’an pada tahun 2002. Kemudian menjadi Madrasah Diniyah selama 10 tahun. Mulai Agustus 2025 menjadi Ponpes Tahfiz Baitul Qur’an.
Ustadz. M. Bainalhuri juga menyampaikan maksud dan tujuan ponpes ini. “Pertama, memberantas buta huruf al Qur’an bagi generasi muda Islam di Perumuhan Korpri Raya dan sekitarnya agar menjadi manusia sahabat al Qur’an dan insan bertaqwa”, ujarnya. Jum’at, 3 Oktober 2025.
Menurutnya, kedua, menciptakan kader alim ulama yang haq dan memiliki rasa hubbulwathon minaliman. Ini konstribusi nyata pembangunan umat.
Lalu, ketiga, membantu dan berkonstribusi nyata kepada pemerintah dalam menciptakan Generasi Emas “Golden Generation yang unggul dengan ilmu pengetahuan, cerdas (smart), inovatif, mandiri, berbudi luhur serta ahlak mulia (Noble Character).
Generasi emas yang terbebas dari Narkoba, LGBT, Judol, dan terhindar dari adudomba. Ini semua lanjutnya dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045, tegasnya.
Ia kembali menegaskan, ahlak yang baik dibentuk dengan melakukan sholat wajib lima waktu, tutupnya.
Umat Yang Dirindukan Nabi Muhammad SAW
Pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Dr. Arpandi Alumni King Saud University Saudi Arabia.
Ia menyampaikan, umat yang dirindukan Rosulullah berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad: “Sungguh aku rindu pada saudara- saudaraku”. Umar berkata “Bukankah kami saudaramu?” Nabi menjawab: “Bukan. Kalian adalah Sahabatku. Saudaraku adalah orang-orang yang iman kepadaku tapi tidak pernah melihatku.”
Rosulullah akan mengenali umatnya pada hari Kiamat dari pancaran cahaya wajah, tangan dan kaki dan anggota wudhu lainnya karena aliran air wudhu, tegasnya.
Tak hanya itu, ia meneruskan, siapa yang berdo’a pada hari Jum’at setelah waktu ‘ashar sampai tenggelam matahari maka do’anya dikabulkan. Ini merupakan waktu yang mustajab, hidup kita singkat dan penuh misteri oleh karena itu mari kita isi dengan keberkahan, paparnya.
Kemudian ia kembali mengutip hadis, “Beruntung bagi orang yang melihatku dan beriman kepadaku. Kemudian beruntung, beruntung, dan beruntung bagi orang yang beriman kepadaku sedangkan dia tidak melihatku.” (HR. Ahmad dari Abu Sa’id Al-Khudri). Lalu Rosulullah menangis.
“Nikmat yang terbesar adalah menjadi umat Rosulullah maka istiqomalah, ciri hidup barokah mengikuti petunjuk dan percaya pada Nabi Muhammad SAW”, imbuhnya.
Ia menambahkan, Rosulullah ingin kita bersamanya di surga maka jagalah sholat karena Rosulullah sayang pada umatnya. Rosulullah juga berpesan agar kita banyak sujud maka hajadmu akan terkabul karena sedekat-dekatnya hamba pada Tuhannya ketika sujud.
Acuan hidup menurutnya berdasarkan firman Allah SWT pada Surah Shood ayat 29, “Al-Qur’an yang Kami turunkan kepadamu (Nabi Muhammad) yang penuh berkah supaya mereka menghayati ayat-ayatnya dan orang-orang yang berakal sehat mendapat Pelajaran”, pungkasnya.
Diketahui, Pembacaan Kalam Ilahi oleh Rifda Kamila. Tampak hadir pada acara ini Brigjen TNI. H. Toto Jumariono. Drs. H. Badri Tamam, M.M. KH. Imam Asrofi, M. Pd. Prof. Dr Agus Fahrudin dan Ir. H. Nasir AT. M.M.
Terlihat juga, Hj. Ratu Halimatus Sakdiyah. Ir. H. Heri Gusmedi, MT. Raja Hasan Badri, S.H. Dr. Gunawan, S.E., M.M. Djoni Satria, Mg., S.H. Camat Sukarame yang diwakili oleh Drs. Samingan. Drs. A.M. Rony. Bunda Hj. Sarbini, Mg dan Bunda Hj. Rodiyatun, S.Pd. serta para tetangga juga handai tolan.
Lalu hadir DKM Provinsi Lampung, Alim Ulama, Tokoh Penyimbang Adat Lampung, para DKM Masjid Perumaha Korpri Raya, dan Penasehat Ponpes Tahfiz Baitul Qur’an. (Heny)