
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan diduga menunggak pembayaran biaya servis atau pemeliharaan kendaraan dinas hingga membuat Bengkel Dian Abadi Jaya terancam gulung tikar. Dua unit mobil randis yang telah diperbaiki sejak hampir dua tahun lalu tak kunjung ditebus.
Bengkel yang puluhan tahun dipercaya merawat kendaraan Pemkab itu kini merasa dibiarkan tanpa kejelasan. Bagian Umum Pemkab Lamsel dinilai tutup mata atas mandeknya pembayaran dan pengawasan aset.
Menurut keterangan karyawan bengkel, dua unit mobil jenis Xenia dan Avanza milik Bagian Umum dibiarkan mangkrak dalam kondisi pajak mati.
“Iya tinggal 2 unit itu bang, dari bagian umum dari tahun lalu bang mobil protokol itu jenis Xenia dan Avanza,” ujar seorang mekanik yang enggan disebut namanya.
Mobil Xenia disebut mengalami over haul sementara Avanza masuk kategori body repair akibat tabrakan. “Ya kurang lebih tagihan hampir 200 jutaan,” lanjutnya.
Kerugian bengkel disebut bukan hanya soal angka tagihan yang belum dibayar.
“Kalo Pemkab Lamsel bayar itu dari dulu, jelas uangnya kan bisa diputar buat modal usaha bengkel ini lagi. Ini kan bos abis modalnya kesitu, kasian,” ucap mekanik itu prihatin.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan pemerintah daerah tidak berpihak pada pelaku usaha kecil.
“Kalo begini jelas, Bupati Lamsel gak berpihak pada pengusaha kecil UMKM ditempatnya. Sama aja mau matiin kami,” tandasnya.
Di tempat terpisah, Kepala Bagian Umum Pemkab Lamsel Hendri Kurniawan mengaku hanya mengikuti arahan pimpinan.
“Pak Egi perintah kita hanya melakukan kerjasama dengan bengkel resmi,” kata Hendri.
Ia menegaskan seluruh kerja sama dengan bengkel lama telah dihentikan sejak dirinya menjabat.
“Karna kami sudah masukan mobilnya ke dalam pool kami sudah stop semua kerjasama dengan semua bengkel. Untuk terkait hutang itu, itu memang kesepakatan dia dengan pemerintahan lama,” tandasnya. (*)