
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Proyek rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Merbau Mataram, tidak sesuai harapan masyarakat. Pekerjaan yang dibiayai anggaran negara ini dicurigai asal jadi dan tidak transparan.
Aliansi Indonesia melalui Ridwan menyoroti keteledoran atau kemungkinan unsur kesengajaan dalam pembangunan gedung Pustu. Menurutnya, proyek yang bersumber dari uang negara ini dikerjakan tanpa memasang papan informasi.
Ridwan menjelaskan, dengan tidak adanya papan nama pekerjaan bangun tersebut, masyarakat tidak bisa turut mengontrol bangunan tersebut. Kondisi itu terpantau di lokasi pada Rabu (17/09/2025), saat salah satu pengawas bangunan, Wahid, enggan dimintai keterangan terkait papan informasi yang tidak dipasang.
Ridwan mengungkapkan rasa kecewanya. Menurutnya, ketiadaan papan informasi menunjukkan ketidaktransparanan kontraktor dan dinas terkait dalam pelaksanaan proyek di lapangan.
Padahal, papan proyek merupakan wahana informasi publik yang penting. “Seharusnya informasi tentang proyek disampaikan kepada umum agar tidak muncul kecurangan dari pihak lain,” jelas Ridwan.
Ridwan menambahkan, pengawas dinas terkait terkesan tutup mata. Seharusnya, dinas memberikan himbauan atau teguran keras kepada rekanan yang mengerjakan proyek tanpa papan nama agar pekerjaan tidak terkesan asal jadi.
Ia menegaskan, “Bukan malah terkesan membiarkannya dan diduga ada main dengan pihak-pihak terkait, sehingga proyek tersebut menjadi proyek siluman. Masyarakat pun tidak tahu sumber dana, nilai kegiatan, dan volume pekerjaan, sehingga kecewa.”
Sesuai aturan, setiap proyek wajib memasang papan informasi demi transparansi dan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih. Pelanggaran terhadap aturan ini menimbulkan kecurigaan publik terhadap integritas proyek. (Red)