
Bandar Lampung, sinarlampung.co-Kolaborasi Forum Komuniasi Pimpinan Daerah (Fokopimda) Provinsi Lampung dan tokoh masyarakat bersama elemn yang menegaskan komitmennya untuk mendengarkan dan menampung aspirasi masyarakat, melahirkan aksi damai mahasiswa dan masyarakat, di Pusat Pemerintahan, Senin 1 September 2025.
Kolaburasi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Pangdam XXI/Raden Intan, Danrem 043/Gatam, Kapolda Lampung, Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Ketua Pengadilan Tinggi, Kabinda Lampung, dikawal tokoh agama, tokoh masyarakat, Ormas OKP, dan tokoh pemuda, juga bersama pers, hingga unjukrasa Mahasiswa dan masyarakat Lampung berlangsung damai dan tidak anarkis.
Mirza menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan elemen masyarakat yang hadir dalam unjuk rasa tersebut. “Terima kasih sebesar-besarnya kepada adik-adik mahasiswa dan seluruh instrumen masyarakat Lampung yang hadir hari ini. Kalian telah membuktikan bahwa kita cinta dengan daerah kita, cinta dengan masyarakat kita, Lampung,” ujar Mirza, dengan suara parau di panggung unjukrasa.
Dihadapan ribuan massa itu, Mirza meyakinkan bahwa aspirasi yang disampaikan massa akan diperjuangkan pemerintah daerah hingga ke tingkat pusat. “Pemerintah telah mendengar dan membenarkan seluruh aspirasi teman-teman sekalian. Ini akan menjadi pendorong bagi kami untuk memperjuangkan aspirasi adik-adik kepada Pemerintah Pusat,” kata dia.
Mirza juga mengimbau kepada para demonstran untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan daerah. “Tolong jaga Provinsi Lampung dari hari ini, besok, sampai masa depan. Karena kalianlah masa depan Provinsi Lampung,” ucap Mirza.
Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar turut menegaskan kesiapan lembaganya dalam menyerap aspirasi. “Kami bersama para pimpinan dan rekan-rekan anggota siap berdialog dan menemui teman-teman yang akan menyampaikan aspirasi di Gedung DPRD Provinsi Lampung,” ujarnya, didampingi 27 dari 85 Anggota DPRD Provinsi Lampung.
Pangdam XXI/Raden Intan Lampung, Mayjen TNI Kristomei Sianturi juga meminta masyarakat Lampung untuk tetap kondusif. “Mari bersama-sama kepada masyarakat Lampung untuk menjaga kondusivitas masyarakat dan lingkungan bahwa damai itu indah, kita di negara demokrasi boleh menyuarakan demokrasi tanpa harus anarkis dan korban jiwa,” ungkapnya.
Pangdam meyakini masyarakat Lampung tidak akan berlaku anarkis. “Saya yakin dan percaya, bukan sifat masyarakat Lampung untuk membuat keonaran, membakar, merusak dan menghambat pembangunan,” ujarnya.
Kristomei Sianturi meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa, bisa menjaga Provinsi Lampung dengan baik. “Mari berkomitmen untuk menjaga Lampung tetap baik,” katanya.
Pangdam menyatakan Indonesia merupakan negara demokrasi yang mana setiap elemen masyarakat dapat menyuarakan pendapat dan aspirasi dengan bebas, tetapi jangan sampai terjadi perusakan. “Setiap orang boleh mengajukan pendapat tapi yang harus dijaga jangan sampai Lampung ini rusak, karena ini adalah kampung halaman dan tanah kelahiran kita,” katanya.
Lampung, lanjut Pangdam memiliki kekhasan budaya dan sosial yang membedakannya dari daerah lain. Oleh karena itu, penyampaian aspirasi hendaknya tetap dilakukan dengan cara damai, menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan kebersamaan yang menjadi identitas masyarakat Lampung.
“Falsafah masyarakat Lampung seperti Piil Pesenggiri, Nemui Nyimah, dan Sakai Sambayan perlu terus dijunjung dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk saat menyampaikan kritik atau masukan kepada pemerintah,” kata dia.
Pihaknya juga menyampaikan bahwa suara masyarakat akan disalurkan kepada pemerintah pusat, asalkan disampaikan secara tertib dan melalui mekanisme yang sesuai. “Silakan sampaikan kepada kami, nanti akan kami teruskan ke pemerintah pusat. Kita harus tunjukkan bahwa masyarakat Lampung bisa menyuarakan aspirasinya secara santun dan beradab,” kata dia.
Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika juga mengapresiasi aksi masa yang berjalan dengan damai di depan kantor Pemprov dan DPRD Lampung. “Saya atas nama aparat mengucapkan terima kasih karena masyarakat Lampung dan mahasiswa dalam kegiatan menyampaikan aspirasi berjalan aman dan damai. Dan yang paling penting lagi adalah ke depan situasi harus berjalan dengan baik. Harus,” kata Kapolda. (Red)