
Lampung Selatan, sinarlampung.co – PT Hakaaston (HKA) melalui Project Manager Tol Bakauheni Terbanggi Besar (Bakter) berbagi pengalaman soal proyek jalan tol dan juga kesempatan magang di HKA saat jadi narasumber Talkshow Civil On Stage 2025 Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera (ITERA) di Aula GK2 ITERA, Senin (25/8/2025).
Talkshow yang bertajuk “Membangun Masa Depan Tangguh dan Inklusif : Peran Infrastruktur Berkelanjutan dalam Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Nasional” tersebut merupakan salah satu rangkaian Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) ITERA ke 10 yang menghadirkan diskusi interaktif antara praktisi industri konstruksi dan mahasiswa teknik sipil. Para peserta talkshow tersebut ialah mahasiswa jurusan Teknik Sipil dari berbagai universitas baik negeri maupun swasta yang ada di Provinsi Lampung.
Dalam paparan materinya, Project Manager Tol Bakter Riadiano Muhammad membagikan pengalaman mengenai tantangan dan strategi pengelolaan proyek infrastruktur berskala nasional, khususnya dalam pembangunan dan operasional Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, penerapan teknologi konstruksi modern, serta kesadaran akan aspek keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan.
“Mahasiswa Teknik Sipil tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga mampu membaca dinamika lapangan. Harapannya, generasi muda dapat menjadi motor penggerak pembangunan infrastruktur Indonesia yang lebih berkualitas,” ujar Riadiano.
Tak hanya berbagi pengalaman, Riadiano juga menyampaikan bahwa HKA selaku operator Ruas Tol Bakter memberikan kesempatan ruang untuk belajar bagi mahasiswa ITERA yang ingin melakukan magang atau kerja praktik.
Menurutnya, magang merupakan pintu masuk penting bagi mahasiswa untuk memahami kondisi riil lapangan dan mempraktikkan teori yang diperoleh di bangku kuliah.
“Kami sangat terbuka untuk menerima mahasiswa ITERA yang ingin belajar langsung di lapangan. Harapannya, pengalaman ini bisa menjadi bekal sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia kerja,” tegasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi terbuka. Mahasiswa aktif bertanya tentang manajemen risiko, peluang karir, hingga prospek pembangunan jalan tol di masa depan.
Kehadiran HKA juga memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri konstruksi. Dengan adanya peluang magang, mahasiswa diharapkan dapat menambah pengalaman, membangun jejaring, serta mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan tenaga kerja di sekktor infrastruktur. (*)