
Tanggamus, sinarlampunga.co-Pj Gubernur Lampung Samsudin meresmikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Higienis di Pelabuhan Perikanan Kotaagung. Meski pembangunan proyek bernilai puluhan miliar itu sarat dengan masalah. Didampingi Penjabat (Pj) Bupati Tanggamus Dr Ir Hi. Mulyadi Irsan MT, Pj Gubernur juga sempat menyerahkan bantun, Jumat, 4 Oktober 2024.
Baca: Proyek DKP Lampung Rp9,8 Miliar di TPIH Kota Agung Sarat Dikorupsi?
Baca: Mega Proyek di Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Lampung Berujung Pelaporan ke KPK
Pj Gubernur dan Pj Bupati dan memberikan bantuan makanan tambahan Balita Stunting, pelayanan posyandu dan pelayanan kesehatan serta berbagai bantuan lainnya. Pj Gubernur berharap dengan Peresmian TPI tersebut, pengelolaan hasil tangkapan ikan nelayan akan semakin baik. “Dengan begitu, pendapatan para nelayan, mulai dari pemasaran atau penjualan ikan, akan semakin meningkat,” kata Samsudin
Samsudi berharap keberadaan gedung TPI Higienis ini, akan membuat nyaman para pembeli. Karena, Ikan yang dibeli adalah ikan yang berkualitas baik dan higienis, bermanfaat untuk kesehatan. Dengan begitu secara pendapatan, TPI ini akan menjadi tempat perputaran ekonomi dan pendapatan bagi Provinsi dan Kabupaten Tanggamus.
Pj Gubernur juga berharap TPI ini dapat dikelola dengan baik agar menjadi efek yang besar bagi pembangunan, khususnya di Kabupaten Tanggamus dan umumnya di Provinsi Lampung. “Karena potensi laut kita khususnya Lampung belum dioptimalkan. Potensinya besar karenanya harus kita optimalkan dengan sebaik baiknya,” ucap Samsudin.
Pj Bupati Tanggamus Mulyadi Irsan mengatakan, kabupaten ini belum optimal memanfaatkan potensi pesisir. Di mana, Tanggamus memiliki 202 Km panjang garis pantai Teluk Semaka. Sementara jika dilihat dari kondisi ekonomi di Provinsi Lampung, Kabupaten Tanggamus masih tergolong rendah. “Nah, ini menjadi koreksi dan upaya kita kedepan bahwa ekonomi Tanggamus itu harus di kontribusi dari Pesisirnya,” ujarnya.
Menurut Mulyadi, selama ini dari pesisir belum begitu maksimal. Melalui inovasi Gempita (Gerakan Membangun Pesisir Tanggamus), semua aspek ekonomi, sosial hingga tatakelola pemerintahannya ditingkatkan. Karena kemiskinan itu bercokol di wilayah pesisir. “Dengan adanya TPI higienis ini, diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap upaya pendapatan masyarakat nelayan,” ungkap Mulyadi Irsan.
Jadi komitmen kecamatan Pesisir dari Kelumbayan, Cukup Balak, Limau, Kotaagung Timur, Kotaagung Pusat sampai ke Kecamatan Pematang Sawa harus berkontribusi terhadap ekonomi masyarakat. “Kita ingin petakan, semuanya mempunyai aktivitas, setiap pesisir itu tidak ada yang boleh kosong . Selama ini, itu dibiarkan. Karenanya kedepan akan dicari strategi,” ujarnya. (Red)