
Bandar Lampung, sinarlampug.co-Oknum Kepala Unit PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Kota Metro, inisial Indra Kurniawan (IK) diduga melakukan penggelapan dana setoran milik sejumlah nasabah. Nasabah yang tidak tahu hingga Tim penagih terus melakukan teror, hingga ada dua ibu rumah tangga yang tewas, satu gantung diri, satu lagi depresi. Ironisnya IK kini justru promosi dan sudah menjabat Manager Operasional PNM Cabang Lampung.
Informasi diterima wartawan, saat menjabat Kepala Unit Kota Metro, IK sudah menerima setoran atau cicilan para nasabah. Namun diduga uang itu tidak disetorkan ke Kas PNM. Sehingga bagian penagihan terus melakukan penagihan kepada nasabah, termasuk TA, warga Trimurjo, Lampung Tengah, yang tewas gantung diri karena tidak tahan tekanan hutangnya yang justru terus membengkak. “Istri saya TA harus mengakhiri hidupnya akibat tekanan yang diduga dilakukan dari pihak PNM. Lebih parahdari rentenir,” kata Winarno, suami TA, didampingi kerabatnya Dedi.
Dedi menambahkan bahwa korban TA itu sudah berupaya melakukan pembayaran. Namun anehnya masih terus ditagih pembayaran berulang kali. βSetelah berbagai upaya untuk melunasi hutang yang sebenarnya hanya Rp14 juta rupiah, TA akhirnya membayar Rp20 juta rupiah. Namun, kolektor kembali menagih hutang yang sama sebesar Rp25 juta rupiah, membuat TA sangat tertekan,β kata Dedi.
Dan, pada Desember 2022, dalam ketakutannya itu, TA memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. “Para penagih PNM itu mengancam akan mengambil motor milik TA jika hutang tidak segera dilunasi. Padahal sudah dibayar tapi ditagih terus,β kata Dedi.
Selain Winarno, Suprapto juga harus kehilangan istrinya. Karena sang istri meninggal dunia akibat tekanan yang diduga dilakukan oleh PNM. “Iya mas, istri saya juga stres, dan tertekan, akibat teror penagih PNM. Akhinya jatuh sakit. Kami juga heran sudah bayar, tapi kok terus ada tagihan dan membengkak,” kata Suprapto