
Bandar Lampung, sinarlampung.co-Dampak Pemadaman listrik di Lampung yang terjadi Selasa, Rabu 4-5 Juni 2024 yang nyaris melumpuhkan sejumlah usaha termasuk sektor ekonomi kecil (UMKM) di Lampung. Para pelaku usaha kecil mengalami kerugian besar akibat pemadaman tersebut. Sejumlah usaha diantaranya fotocopy, rental komputer, ojek online sampai peternakan ayam dan ikan banyak merugi yang ditaksir mencapai puluhan miliaran rupiah.
Baca: YLKI: PLN Rugikan Konsumen Bukti Buruknya Pelayanan
Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Mandiri (APMIKIMMDO) Provinsi Lampung Adam Kurniawan mengatakan, dampak pemadaman listrik di Lampung sangat merugikan sektor UMKM. ”Banyak pelaku UMKM tidak bisa melakukan apa-apa saat listrik padam. Mereka kehilangan omzet ratusan ribu sampai jutaan. Kalau di Lampung ini ada 800.000 sampai 1 juta pelaku UMKM, maka kerugian di sektor UMKM bisa tembus ratusan miliar,” kata Adam Kurniawan.
Menurut Adam, pihaknya mendapatkan banyak laporan dari berbagai sektor seperti peternakan dan perikanan yang juga mengalami kerugian akibat pemadaman tersebut. “Kita dapat info dari teman-teman bidang usaha peternakan dan bidang perikanan Ayam mereka banyak mati dan ikan mereka banyak mati karena Listrik padam,” ungkapnya.
Saat pemadaman sebagian sektor industri terpaksa menggunakan genset agar produksi tetap berjalan. Hal itu membuat perusahaan harus mengeluarkan biaya operasional yang lebih tinggi untuk membeli solar nonsubsidi. “Yang sangat disayangkan pemadaman tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan terlebuh dahulu,” katanya.
Adam juga menyoroti langkah PLN yang dinilai tidak sigap dan cepat untuk menangani pemadaman listrik akibat gangguan tersebut. “PLN semestinya sudah bisa mengantisipasi dengan memiliki cadangan interkoneksi jaringan di beberapa titik. Sehingga jika PLN punya kesiapan mengantisipasi itu, maka kejadian pemadaman Listrik se Sumatera ini tidak akan terjadi,” katanya.
“Ini akibat lemahanya PLN yang tidak memiliki kemampuan untuk mengantisipasi masalah. Yang rugi Masyarakat. Coba kalua pelaku usaha ini telat bayar pasti langsung diputus, tapi kalau PLN yang merugikan pelaku usaha mereka tidak mau tanggung jawab,” tambahnya.
Sementara Manajer Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi Lampung Darma Saputra mengatakan, PT PLN (Persero) terus bergerak cepat memulihkan gangguan kelistrikan yang terjadi padajaringan transmisi di Sumbagsel secara bertahap.
”Saat ini seluruh gardu induk di Lampung yang sebelumnya terdampak gangguan telah kembali bertegangan listrik. Secara bertahap, penormalan juga terus dilanjutkan ke jaringan distribusi hingga ke pelanggan,” kata Darma kepada awak media. (Red)