
Tanggamus, Sinarlampung.co-Seorang kepala pekon (desa) harus bisa menjadi pengayom atau suri tauladan bagi warganya, meskipun itu warga pendatang. Sesuai instruksi kapolri dalam menciptakan kondusifitas menjelang pesta rakyat (Pemilu). Hal tersebut diduga tidak dijalankan Kakon di Tanggamus, dia adalah Heriyanto, Kepala Pekon Airbakoman, kecamatan Pulau Panggung, Tanggamus, terpaksa dilaporkan ke Polsek setempat, atas dugaan melakukan pengancaman dan penganiayaan.
Kakon ini dilaporkan oleh Asmad Hadi bin Ramli (alm) warga Pekon Batubedil, kecamatan Pulau Panggung, Tanggamus, karena diduga telah melakukan pengancaman dengan senjata tajam dan menganiaya dengan cara mencekik leher Asmad hingga memar baret-baret. (Minggu, 11 Februari 2024).
Asmad Hadi menceritakan awal mula kejadian tersebut, malam itu dirinya bersama Sahrul, Jamin dan Iyan sedang silaturahmi di gudang milik Ramli, salahsatu keluarganya yang berada di Pekon Srimengnten yang baru di sewa. Tiba-tiba datang Heri bersama rombongan, tanpa ada etika sebagai seorang pejabat publik langsung masuk dan marah.
”Kami semalam itu berkunjung ke tempat Romli untuk ngopi bareng dan ngobrol santai terkait pilkada dengan kawan di sana, tiba-tiba lurah ini dateng dari atas, bawa motor kayak kesetanan, tanpa mengucapkan salam atau permisi dia langsung masuk gudang ketempat kami itu dan marah-marah tanpa sebab,” ungkapnya.
Dijelaskan tanpa ada etika dan sopan santun Heri langsung memukuli kepala warganya yang ikut kumpul dan menunjuk-nunjuk orang yang ada di gudang itu serta melakukan pengancaman.
“Awas kata Heri udah ku ciriin kamu orang satu persatu tunggu aja tanggal mainnya, kemudian nantangi Iyan sambil mau mencabut pisau gitu tapi saya pisah dan Iyan pergi ketempat saudaranya. Kami tidak mau ribut dan cari masalah, lurah itu malah ngekek dan mau membunuh saya, dia (Heri, red) sudah mau ngeluarin pisau yang terselip di pinggangnya, tapi saya diemin aja dan keluar gudang,” imbuhnya.
Mengetahui Iyan sudah tidak ada ditempat Heri mencarinya sembari teriak menantang. “Jangan lari kamu, ayo mau dimana kapan kamu berani berantem, saya tidak takut” kata Asmad menirukan ancaman Heri.
Sementara menurut keterangan Iyan, dirinya hanya silahturahmi tempat keluarga tidak mau mencari ribut, hal tersebut membuat Heri tambah emosi. “Pokoknya ini wilayah saya (Heri,red), kalau kamu macam-macam berhadapan ama saya sambil nunjuk bahkan sudah mencabut Sajam tapi di pisah. Asmad juga sempat juga di cekik sama Heri.” Terangnya.
Iyan lari karena Heri bawa Sajam untuk mengamankan diri. “Saya dikejar Heri yang bawa Sajam, sementara saya tidak bawa apa-apa, bukan karena takut memang niat kami tidak mau cari masalah.” Pungkasnya.
Atas kejadian tersebut Asmad melapor ke Polsek Pulau Panggung dengan SPTL Nomor : SPTL LP/GAR/B/01/II/RES.1.6/2024/SPKT/SEK PANGGUNG/RES TGMS/POLDA LPG.. “Kami merasa sok dan taruma atas kejadian itu dan kami berharap pihak kepolisian memproses perkara ini dengan seadil-adilnya, supaya ke depan tidak terulang lagi, adanya seorang pengayom masyarakat bertindak arogan di depan umum” pungkas Asmad.
Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek terkait kejadian tersebut. Dan kekinian informasi yang di dapat peristiwa tersebut di latar belakangi unsur politik perbedaan dukungan caleg antara Heriyanto Kakon Airbakoman dengan Asmad beserta kawan-kawannya. (Wisnu)