
Bandar Lampung (SL)-Sejumlah warga penghuni Perumahan CitraLand, Bandar Lampung mengeluhkan lemahnya sistem keamanan dan buruknya data administrasi penghuni tetap di perumahan tersebut. Pengelola perumahan bahkan tidak tahu data siapa penghuni sebenarnya dengan alasan agen yang mengontrakan tidak melaporkan secara administrasi kepada pengelola perumahan Citra Land.
Puncak kekesalan salah satu warga penghuni Citra Land, Dr. Suyanto terjadi sekitar pukul 00.00 wib Minggu 20 Agustus 2023. Dirinya mengungkapkan, di depan kediamannya B2 No 07 terjadi keributan diiringi pemukulan oleh seorang laki-laki terhadap seorang wanita.
Diduga seorang pria yang melakukan pemukulan terhadap wanita tersebut tidak bisa berkomunikasi Bahasa Indonesia.Suyanto menduga rumah yang persis berdiri di depan rumahnya itu sering dijadikan pesta untuk mabuk-mabukan.
Di dalam percakapan grup whatsapp penghuni Citraland terkonfirmasi pihak keamanan yang bertanggungjawab terhadap keamanan lingkungan perumahan menggaku tidak tahu siapa penghuni yang telah berbuat onar tersebut. “Perumahan ini gak aman. Reaksi cepat tidak ada kalau ada apa-apa,” ungkap Suyanto.
“Malam Bapak bapak semua, sekiranya maish ada yang belum tidur. Di depan rumah saya B2 no 7. Ada keributan. Saya melihat sendiri ada pemukulan. Sekiranya ada yg bekerja sebagai aparat. Please tolong di check, karena konfirmasi sama satpam, mrk pun tak tau siapa penghuninya.”
Sementara pihak pengelola Perumahan CitraLand Arief mengaku atas kejadian tersebut pihaknya telah minta maaf dan mengaku akan melakukan cros cek atas kejadian tersebut. “Mohon maaf atas kejadian semalam dan ketidaknyamannya. Kami sedang cross cek dan pendataan terutama yang yang ngontrak akan kami perketat. Agen-agen yang menyewakkan juga akan kami tertibkan dan wajibkan serahkan data pengontrak,” jelas Arief, ditirukan Suyanto.
Menanggapi pernyataan pengelola Perumahan CitraLand Bandar Lampung, Suyanto secara tegas minta kepada pengelola agar menertibkan data penghuni, pengontrak dan tamu yang datang. ‘Saya minta pagi ini langsung diproses ya Pak. Saya tidak suka sama mereka. Selain tidak paham Bahasa Indonesia, sikap mereka juga tidak friendly. Cenderung menghindar seperti penjahat narkoba atau gangster human trafficking.Saya juga akan minta petugas imigrasi memeriksa mereka. Citraland tidak memberikan rasa aman,” ujar Suyanto.
Dukung Aparat Swiping
Kerapnya orang asing berada di Perumahan Citra Land rupanya sudah menjadi rahasia umum. Warga Bandar Lampung mendukung aparat keamanan termasuk imigrasi untuk melakukan razia dan memeriksa penghuni asik di perumahan tersebut.
“Saya setuju apa yg disampaikan Dr. Suyanto terkait penghuni WNA, kiranya pihak Imigrasi beserta tim dari Kepolisian Poltabes Bandar Lampung, Camat, Lurah, Kepala Lingkungan dan RT Komplek Citra Land untuk melakukan swipping dan pemeriksaan dokumen/identitas penghuni perumahan tersebut,” kata salah seorang pejabat ASN di Pemprov Lampung..
“Karena sangat dikhawatirkan ada aktifitas tertentu di dalam rumah penghuni Perum Citra Land. Saya yakin jika pihak APH dan pihak Imigrasi masuk komplek perumahan tersebut disertai aparat pamong Kecamatan dan Kelurahan, mudah-an ditemukan penghuni perumahan yang merupakan WNA atau aktifitas yang mencurigakan,” katanya.
Menurutnya, nanti akan ketahuan apa yang dilakukan oknum-oknum penghuni perumahan Citra Land itu. “Peristiwa yang dialami pak Dr. Suyanto itu, tidak menutup kemungkinan ada hal-hal lain yang ditemukan di lokasi perumahan tsb. Saya mohon APH dan pihak Imigrasi utk menindaklanjuti atas kejadian tersebut. Jangan sampai ada kejadian dulu yang dapat merusak nama baik perumahan Citra Land, dan daerah baru bertindak,” katanya. (Rmol/Red)