
Tanggamus (SL) – Banjir sungai Way Sedayu menerjang lima pekon wilayah Kecamatan Tanggamus, Selasa dini hari, 31 Agustus 2021. Ratusan rumah hingga jalan Lintas Barat Sumatera tergenang. Arus sungai meluap akibat pendangkalan dan jebolnya dua tanggul.
Akibatnya luapan arus sungai menggenangi lima pekon yaitu Sedayu, Sukaraja, Pardawaras, Bangunrejo dan Kacapura. Pekon Sukaraja terdampak paling parah.
Dari pantauan sinarlampung.co, terdapat 200-an rumah tergenang banjir dengan ketinggian setengah hingga satu meter. Tidak ada korban jiwa, namun menimbulkan kerugian berkisar ratusan juta.
Paska banjir Didik Setiawan anggota DPRD Tanggamus fraksi PDIP bersama warga melakukan gotong royong membersihkan matial lumpur.
“Dalam satu tahun kami dan warga Semaka sudah dua kali mengalami musibah bencana alam ini,” terangnya.
Didik mengucapkan permohonan maaf kepada warga Kecamatan Semaka khususnya pekon Sukaraja karena belum dapat merealisasikan pembuatan geronjong untuk mengantisipasi jebolnya tanggul.
“Secara pribadi saya mohon maaf kepada masyarakat Semaka khususnya pekon-pekon yang terdapat banjir, karena sampai saat ini belum dapat merealisasikan aspirasi masyarakat, sementara hal tersebut sudah saya sampaikan ke eksekutif tetapi proses pembrojongan belum juga dilakukan sampai saat ini,” ujarnya.
Menurutnya selama ini BPBD terkesan lamban dalam merealisasikan pembuatan geronjong.
“Daerah Semaka memang rawan longsor dan banjir karena letak geografisnya. sementara dalam mengantisipasi terjadinya banjir BPBD Tanggamus terkesan lamban dan tidak menepati janji, pasalnya setelah terjadi banjir beberapa waktu yang lalu kami di janjikan akan ada pemberonjongan di way sedayu, dikatakan pada waktu itu akan direalisasikan di bualan Mei sampai terjadi jebol tanggul dan banjir lagi belum juga terealisasi,” tandasnya.
Dengan kejadian ini Didik sangat berharap pihak-pihak terkait khususnya BPBD segera merealisasikan pembrojongan.
“Sekali lagi saya minta maaf kepada masyarakat dan saya sangat berharap khususnya BPBD segera melakukan pembrojongan agar di kemudian hari tanggul yang ada di bantaran sungai way sedayu tidak jebol lagi dan dapat meminimalisir terjadinya banjir,” pungkasnya. (Wisnu)