
Mesuji (SL) – Terkait pemberitaan tentang bantuan PPKM di Kabupaten Mesuji berupa beras yang tak layak konsumsi pihak Bulog Mesuji terkesan buang badan. Pihak Bulog juga diam-diam memanggil Rohman merupakan salah satu warga yang menceritakan masalah mengenai bantuan yang ia terima, Rohman dipanggil ke balai Desa Muara Tenang Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji, Sabtu, 21 Agustus 2021.
Rohman mengatakan bahwa ada dua mobil mengatasnamakan bulog datang kekediamannya.
“Ada dua mobil yang datang ke rumah kami untuk menggantikan beras yang sudah tidak layak dikonsumsi dan sudah berbau apek serta berwarna kuning digantikan beras yang sama. Tapi sampai saat ini satu karung beras yang baru diganti belum kami buka dan kami juga tadi langsung di telpon pihak desa agar segera ke kantor desa”, ujar Rohman.
Saat dikonfirmasi, Solihin karyawan gudang Bulog Mesuji mengatakan bahwa beras yang diberikan kepada warga Muara Tenang Kecamatan Tanjung Raya memang beras sudah tidak layak konsumsi dan itu merupakan stok lama.
“Iya beras stok lama, kami juga sudah ganti beras baru untuk Rohman”, ujar Solihin.
Saat ditanyai tentang pembagian beras dan kenapa stok lama yang diberikan, Solihin mengatakan jika hanya ada itu di gudang Bulog Mesuji.
“Kebanyakan stok lama dan kalau mau konfirmasi lebih jelas ke kantor Bulog pusat saja yang ada di Tulang bawang”, kata Solihin sambil langsung mematikan teleponnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Plt Kepala Dinas Sosial Ahmad Ropi’i bahwa pembagian bantuan beras kali ini merupakan tahap kedua.
“Pembagian beras ini sudah yang tahap dua, waktu itu kami sudah mengecek ke Bulog Tulang Bawang dan Mesuji. Tapi karena Bulog di Tulang Bawang banyak yang membutuhkan beras untuk dua kabupaten, akhirnya bulog Mesuji lah yang hendel. Karena beras yang ada di gudang Bulog Mesuji asli beras Mesuji”, ucap Ahmad Sopi’i.
Ahmad Sopi’i meminta media menanyakan ke pihak Bulog dan kantor pos jika ingin tahu lebih mengenai permasalahan tersebut.
“Sekarang kalau mau lebih jelas coba tanya ke pihak Bulog dan kantorpos. Karena mereka yang lebih tau,” sambung Ahmad Ropi’i.
(Aan)