
Lampung Selatan (SL)-Menjelang libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah 2021, Jalan Raya Simpang Gayam-Ketapang, Lampung Selatan masih dalam kondisi rusak parah. Jalur jalan dipenuhi lubang lebar dan dalam, sehingga pengemudi kendaraan harus ektra hati-hati melintas, Selasa 4 Mei 2021.
Penyusuran wartana disepanjang Jalan Raya Gayam-Ketapang tersebut yang tampak jalan berlubang mulai dari perbatasan Desa Tetaan dan Desa Karang Sari, kemudian didekat lokasi Persemaian Permanen yang kerusakanya sangat parah karena aspal mengelupas, berlubang dan bergelombang, kemudian disepanjang Jalan Dusun Siring Dalam, Desa Sri Pendowo tepat didepan Kantor KUA kecamatan Ketapang, Desa Bangun Rejo hingga Ketapang.
Melihat kerusakan jalan tersebut, para pengemudi kendaraan baik roda empat dan roda dua agar waspada, terutama bagi pemudik terutama saat libur Hari Raya kemungkinan volume kendaraan akan meningkat. Warga sekitar dan para sopir yang melintas,mengharap adanya perbaikan Jalan Raya Gayam-Ketapang dilaksanakan secara utuh dan tidak sepotong-potong. Sekaligus warga berharap perbaikan jalan dengan mutu lebih baik dan jalan raya kedepan tidak cepat rusak seperti saat ini.
Sementara terkait kewajiban perbaikan jalan, masa Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Lampung Mulyadi Irsan menyebutkan ruas Jalan Lintas Sumatera, Simpang Gayam, Kecamatan Penengahan, dengan jalan lintas pantai timur, Simpanglima, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, bukan jalan provinsi.
“Hasil diskusi dan investigasi, sepertinya ini bukan jalan provinsi yang dimaksud. Untuk jalan provinsi hasil turun lapangan tidak ada yang seperti ini,” kata Mulyadi Irsan, dilangsir Lampungpos Rabu 8 Juli 2020.
Pengguna jalan bersama warga dari dua kecamatan di Lampung Selatan juga mengeluhkan kondisi ruas jalan poros yang menghubungkan Jalan Lintas Sumatera, Simpang Gayam, Kecamatan Penengahan, dengan jalan lintas pantai timur, Simpanglima, Kecamatan Ketapang, kondisinya rusak parah, meski ruas jalan itu kerab diperbaiki namun selali daalaam hitungan bulan rusak kembali.
Data lain menyebutkan jalan provinsi sepanjang 2019 itu mendapat perbaikan sampai tiga kali. Sedangkan pada tahun 2020 kembali mendapat perbaikan. Hasil pantauan, kerusakan banyak terjadi di jalan poros perbatasan antara Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan, dan Desa Karangsari, Kecamatan Ketapang, tepatnya di areal persawahan. Demikian juga di ruas Jalan Transcilacap, Desa Karangsari, dan Dusun Siringdalam, Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang. (red)