Medan (SL) – Bentrok antar warga terjadi di Jalan Padang Belibis 7, Perumnas Mandala Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, Sabtu(25/01/2020) dini hari. Bentrok dipicu penggusuran warung (Lapo Tuak) yang dianggap mengganggu kenyamanan warga oleh Sat Pol PP yang berimbas pelemparan dan perusakan rumah kapling dan Masjid Al-Amin pada saat warga tengah menjalankan ibadah salat Isya.
Pasca bentrokan, ratusan massa masih memadati jalanan dan Masjid Al Amin. Sementara pihak aparat kepolisian tampak berjaga-jaga melakukan pengamanan untuk mengantisipasi bentrok susulan. Tampak Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Pol Abu Bakar Tertusi,S.I.K., Dir Sabhara Polda Sumut dan Dir Binmas Polda Sumut berada di lokasi. Beberapa mobil Dinas Kepolisian pun diturunkan seperti Barracuda , Wolf dan Water Canon.
Kapolretasbes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Issir, S.I.K.,M.T.C.P menjelaskan bentrokan terjadi in case terkait ada massa yang pro dan kontra sehingga terjadilah hal ini.
“Sebagai bentuk Fast Response kami personel sudah stand by di lokasi dan personel masih akan berjaga-jaga sampai situasi aman dan kondusif. Pihaknya akan mendalami kejadian dan memproses para pelaku dengan pasal pengerusakan,” ujar Kapolretasbes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Issir, S.I.K.,M.T.C.P
Ditempat terpisah kinerja orang nomor satu di Kepolisian Wilyah Polrestabes Medan yang dipimpin oleh Kombes Pol Jhonny Eddizon Issir, S.I.K.,M.T.C.P mendapat apresiasi dari Masyarakat Perduli Sumatera Utara {MPSU }.
Mulya Koto selaku Ketua Umum MPSU mengatakan tindakan cepat Kombes Pol Jhonny Eddizon Issir, S.I.K.,M.T.C.P , Dandim 02/01 BS Kolonel Roy Hansen Sinaga yang juga dibantu Personel Sat Brimob Polda Sumut dan Sabhara Polrestabes Medan sangat berani dan dinilai berhasil menenangkan warga yang sedang marah besar akibat reaksi penggusuran lapo tuak yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.
“Apa yang dilakukan Kombes Pol Jhonny Eddizon Issir, S.I.K.,M.T.C.P dan Dandim 02/01 BS Kolonel Roy Hansen Sinaga untuk mediasi dan koordinasi kepada ustadz, tokoh adat, tokoh agama, camat dan tokoh masyarakat, sangat tepat, dan wajib di apresiasi yang setinggi-tingginya,” uas Mulya Koto.
(tim)