
Pagar Alam (SL)-Harimau pemangsa manusia di Sumatera Selatan belum tertangkap, dan diduga masih berkeliaran di hutan sekitar Lahat dan Muara Enim. Kondisi ini jelas mencemaskan. Bayangan kemunculan Si Raja Hutan kuat bertengger di dalam pikiran warga yang tinggal dan berladang di tepi kawasan hutan Muara Enim dan Lahat.
Bahkan, dilaporkan, teror Harimau Sumatera yang dilindungi ini telah mempengaruhi kunjungan wisatawan di Pagaralam, Sumatera Selatan, khususnya ke lokasi Wisata ke Gunung Dempo, yang memang resmi ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Angka penurunannya memang belum signifikan. Namun menurut Kepala Dinas Pariwisata Pagaralam M Brilian Aristopani, jika kondisi tak kunjung kondusif, bisa berdampak fatal, yakni terjadi penurunan wisatawan yang berujung tergerusnya pendapatan asli daerah.
“Kalau sekarang ada penurunan 10 persen,” ujar M Brilian Aristopani, Rabu (18/12).
Sejauh ini, untuk mengantisipasi kemarahan harimau yang kian sulit mendapatkan makanan, pemerintah setempat harus “mengalah” menutup objek wisata Gunung Dempo yang menjadi ikon wisata Pagar Alam. Warga dan wisatawan telah dilarang melakukan pendakian. Belum ada keterangan, kapan larangan ini dicabut. Pemerintah setempat tak mau mengambil risiko, karena harimau masih berkeliaran bebas. (iwa)