
Pringsewu (SL)-Terkait adanya dugaan isu KKN di KPU Lamtin dan Metro, dimana calon anggota KPU Lampung Timur dan Kota Metro dikhawatirkan akan lolos seleksi karena memiliki koneksi di tim seleksi.
Bahwa timsel untuk wilayah 2 Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Pesisir Barat, atas nama Diana Ambarwati, diduga memiliki saudara kandung yang merupakan calon anggota KPU Lampung Timur atas nama Maria Mahardini peserta No. 10 dan Calon anggota KPU Kota Metro atas nama Astriyusniarti peserta No. 40.
“Mereka memiliki saudara yang menjadi tim seleksi. Sehingga pemilihan tersebut dianggap tidak netral,” ujar Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Daerah Lampung Berhimpun Kabupaten Pringsewu, Paham, di ruang kerjanya, Jum’at (27/9/2019)
Terkait hal di atas, Paham menjelaskan, berdasarkan Surat Pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia Nomor : 51/PP. 061Pu/057KPU/VII/2019. Tentang calon anggota tim seleksi calon anggota KPU Provinsi Lampung dan tim seleksi calon anggota KPU Kabupaten /Kota di Provinsi Lampung Periode 2019-2024.
“Dalam peraturan KPU No. 7 Tahun 2018, salah satu syarat untuk menjadi calon KPU Kabupaten/Kota dalam satu provinsi, dimana semua calon wajib membuat surat pernyataan yang ditanda tangani di atas materai 6000,. Yang isinya sudah sangat jelas, mereka menyatakan dengan sebenarnya bahwa calon tersebut tidak memiliki hubungan keluarga, baik anak, istri/suami, orang tua, kakak, adik, mertua, menantu, atau besan dengan peserta seleksi calon anggota KPU provinsi dan kabupaten /Kota dalam satu provinsi,” jelas Paham.
Paham sangat menyayangkan adanya dugaan KKN tersebut. Kalaulah benar terjadi KKN dalam pemilihan calon anggota KPU Lamtim dan Metro, tentunya hal itu tidak bisa dibiarkan. Karena pada akhirnya akan mengorbankan upaya peningkatan kualitas demokrasi.
“Semua pihak yang peduli atas pembanguan sistem demokrasi untuk lebih menekankan pada faktor integritas personal, profesionalisme, akutanbel serta teruji indepedensinya. Bukan karena koneksi juga konspirasi,” ungkapnya.
Sementara, timsel Diana Ambarwati saat di konfirmasi melalui telepon selulernya dalam keadaan aktif, namun tidak di angkat. Sampai berita ini di turunkan, pesan singkat via whatsApp pun tidak dibalas. (wagiman)