
Lampung Utara (SL)-Bermaksud hendak melakukan konfirmasi terkait agenda kegiatan dan program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang ada di Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Lampung Utara, dua orang wartawan justru mendapatkan sikap kurang menyenangkan dari Sekretaris Diskes setempat, Edy Kusnadi.
Sikap kurang bersahabat yang ditunjukkan Edy Kusnadi diakhir wawancara terhadap wartawan Media Siber Sinarlampung.com biro Lampung Utara, Ardiansyah, bersama rekannya Ferdani, wartawan Surat Kabar Harian dan online Radar Kotabumi (Radar Lampung Group.red), Senin, (15/7/2019).

Berawal saat kedua wartawan itu hendak melakukan konfirmasi terkait pelaksanaan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) serta program kerja di dinas tersebut, namun setelah dua jam menunggu untuk mendapatkan konfirmasi terhadap Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lampura, Maya Metissa, meski bertemu namun Maya Metissa enggan untuk memberikan komentar dan dirinya mengarahkan agar melakukan konfirmasi dengan Sekretaris Diskes, Edy Kusnadi.
“Terkait dana BOK, saya belum bisa untuk memberikan konfirmasi, sebab saya ada acara di RSD Ryacudu Kotabumi. Kalau mau konfirmasi, matikan dulu rekamannya. Saya gak mau direkam. Kalau gak silakan langsung temui sekretaris saja, saya lagi sibuk,” ucapnya ketus seraya menghindari kedua wartawan dimaksud.
Karena tidak ingin pulangย tanpa mendapatkan berita, kedua wartawan tersebut akhirnya meminta kepada penjaga di Dinas Kesehatan Lampura agar menyampaikan niatnya untuk konfirmasi dengan Sekretaris Diskes terkait pelaksanaan BOK.
Setelah satu jam lamanya menunggu, kedua wartawan itu dipersilakan masuk ke ruang kerja Sekretaris Edy Kusnadi. Di dalam ruangan tersebut telah menunggu dua orang yang diketahui Sekretaris Dinkes itu sendiri didampingi Kabid Kesmas Daning Pujiarti.
Awalnya, keduanha disambut baik oleh Sekretaris dan Kabid Kesmas, namun dipenghujung pembicaraan Sekretaris Dinkes Edy Kusnadi meminta kedua wartawan untuk menunjukkan Kartu Pers, padahal awalnya mereka telah menjelaskan identitasnya dari media mana kedua wartawan tersebut berasal.
Tanpa menaruh kecurigaan, kedua wartawan inipun menunjukkan ID-card masing-masing. Namun tidak disangka, Sekretaris Edy Kusnadi meminta ID-card milik Ferdani (wartawan Radar Kotabumi), agar dapat dikeluarkan dari tempatnya (dompet ID-card), seraya membanting perlahan ID-card miliknya.
“Keluarin dulu ID-card ini,” ucap Sekretaris Edy Kusnadi. Mendapati perlakuan itu, wartawan SKH Radar Kotabumi Ferdani, yang saat itu masih bersama wartawan Media Siber Sinarlampung.com, Ardiansyah,ย mengatakan, “Kenapa harus dikeluarkan, Pak. Di situ sudah kelihatan jelas siapa nama saya, dari media mana saya, dan status saya di situ sebagai apa, itukan sudah jelas Pak, ngapain harus dikeluarkan dari wadahnya,” sanggah Ferdani kepada Edy Kusnadi.
Setelah itu, Sekretaris Edy Kusnadi mengeluarkan android miliknya dan langsung mefoto kedua ID-card milik kedua wartawan tersebut, seraya mengatakan “Biar jelas, Mas,” ucapnya.
Melihat hal itu kedua wartawan tersebut langsung berpamitan pulang seraya menjabat tangan salah satu pejabat penting di lingkup Dinas Kesehatan setempat.
Menanggapi hal itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Lampura, Jimi Irawan, mengaku sangat menyesalkan atas sikap yang dilakukan oleh salah seorang pejabat Dinas Kesehatan setempat.
Dirinya menyampaikan, tidak seharusnya sikap berlebihan itu ditunjukkan Edy Kusnadi dalam memperlakukan wartawan yang sedang melaksanakan tugasnya. Terlebih lagi, saat menggali informasi, kedua wartawan itu telah menunjukkan tatacara dan etika yang baik dalam melaksanakan tugasnya sebagai wartawan.
Atas sikap kurang baik dan terkesan tidak bersahabat terhadap wartawan itu, memicu perasaan tidak nyaman kedua wartawan dimaksud.
“Seharusnya sebagai pejabat, Dia (Edy Kusnadi,Red) tidak pantas menunjukkan sikap yang seperti itu kepada para pencari berita. Nanti akan saya klarifikasi kepada Kadiskes terkait permasalahan ini,” tegas Jimi, Senin, (15/7/2019), di kediamannya. (ardi)