
Lampung Utara (SL)-Usai mendapatkan informasi puluhan warga Desa Tanjungharta, Kecamatan Abung Barat, mengalami keracunan massal, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, mengimbau agar warga dapat menahan diri dan tetap bersabar.
Pemkab Lampura melalui instansi terkait bersama jajarannya telah mengambil langkah investigatif guna mengetahui penyebab pasti keracunan massal tersebut. “Tim dari Dinas Kesehatan dan aparat keamanan telah turun langsung ke lokasi kejadian. Selain memberi bantuan medis, juga mengambil sampel guna mengetahui penyebab pastinya,” kata Kepala Dinkes Lampura, Maya Mettisa, didampingi Kadiskominfo, Sanny Lumi, Kamis (30/5/2019).
“Oleh karena itu, kami berharap masyarakat dapat bersabar dan tidak tersulut emosi sesaat. Biaya pelayanan kesehatan, baik itu yang diberikan di Puskesmas maupun rumah sakit, seluruhnya dibebankan kepada pemerintah,” tambahnya.
Menurutnya, berdasarkan data yang ada, jumlah korban mengalami gejala keracunan massal diklaim berjumlah total 75 orang. Diantaranya 19 orang dirawat di puskesmas terdekat di Kecamatan Tanjung Raja, namun saat ini jumlah telah berkurang hanya menyisakan 8 orang yang ada. Sementara, yang dirawat di RSUD. H.M. Mayjend. Ryacudu Kotabumi berjumlah 5 orang. “Dan hari ini, ada satu bocah masuk ke Puskesmas karena kena gejala sama,” aku Maya Mettisa.
Dirinya juga menyampaikan jika pihaknya telah mengambil sampel uji laboratorium, baik itu dari para korban maupun dari kediaman sahibulhajat, guna dilakukan pengecekan. “Beberapa sampel sudah diambil untuk diserahkan ke Lab. Provinsi agar diperiksa asal-muasalnya. Saat ini, kami tidak mau berspekulasi atau membuat asumsi penyebab utama kejadian ini. Tadi kami juga datang ke sana melihat pihak keluarga yang mengalami shock atas kejadian ini,” tutur Maya.
Sementara itu, Kadis Kominfo Lampura, Sanny Lumi, menyampaikan, atas nama Pemkab. Lampura, dirinya berharap masyarakat agar dapat tenang dan menjaga situasi kondusif di lapangan. Sebab, pemerintah dan aparat keamanan telah menindaklanjutinya untuk ditemukan pokok permasalahannya. Dan diketahui dugaan masyarakat daging ayam dalam kotak bukan berasal dari ayam potong tiren (mati kemaren), melainkan ayam hidup yang dibeli di Pasar Oganlima.
“Kami pastikan ayam itu bukan berasal dari ayam tiren, seperti isu yang sempat berkembang pasca kejadian. Menurut pengakuan keluarga yang mengadakan acara, ayam tersebut dibeli hidup dari pasar. Jadi, jangan ada spekulasi atau asumsi negatif berkembang, biarkan pemerintah yang bekerja dalam hal ini,” ujar Sunny Lumi.
Sebelumnya, puluhan warga Desa Tanjungharta, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara, mengalami gejala keracunan. Disinyalir, penyebabnya berasal dari makanan nasi kotak lengkap dengan lauk ayamnya yabg disantap usai menghadiri tahlilan di kediaman salah seorang warga, Rabu (29/5/2019), malam. (jar/ardi)