Bandar Lampung (SL)-PT IndoPrima Trans Armada diduga semena mena terhadap tenaga kerjanya. Mangemen melakukan Pemutusan hubungan kerja sepihak, terhadap salah satu drivernya, sejak Januari 2019 lalu. Iswanto (42) warga Kota Metro, di berhentikan dari pekerjaanya, lantaran pihak managemen perusahaan menuding dirinya menggunakan BBM dari minyak mentah. Selasa (26/03/19)
Sementara Iswanto menceritakan bahwa sekitar pertengahan Januari 2019, saat dirinya pulang dari mengantarkan mobil profit ke Padang Sumatera Barat, mengisi BBM di SPBU. “Pulangnya saya mengisi bahan bakar Solar di SPBU Kota Jambi Sumatera Selatan, tepatnya lupa, tapi Bulan Januari 2019. Saat tiba di Ful atau gudang parkir, mobil yang saya bawa itu istrahat karena masa perbaikan,” katanya.
Lalu, sekitar hampir dua (2) bulan kemudian, pertengahan Maret 2019 lalu, bagian mekanik memeriksa bahan bakar minyak (solar Red). “Dari situ saya di tuduh menggunakan minyak mentah, padahal saya juga kan tidak tau, karena isinya di SPBU,” kata Iswanto.
Karena alasan itu, Iswanto di berhentikan dari pekerjaanya sebagai Driver. Dari keterangan Iswanto tersebut juga terungkap adanya dugaan pelanggaran perusahaan dalam merekrut tenaga kerja. Pasalnya Iswanto yang telah bekerja selama lima (5) tahun itu tidak pernah menanda tangani surat kesepakatan kerja, hanya sebagai mitra kerja.
”Selama hampir lima tahun saya kerja, memang tidak pernah ada surat perjanjian apapun, sebagai supir, selama ini hanya dapat upah dari kelebihan uang jalan,” katanya.
Tidak jauh berbeda dengan keterangan Iswanto, Jasmaindra selaku Assisten Operasional PT IndoPrima Trans Armada cabang Panjang Kota Bandar Lampung nembenarkan perihal sistem kerja para Driver (supir) pada perusahaan dibidang Car Carier (jasa angkutan mobil profit) tersebut hanya sebagai mitra, dan bukan karyawan, demikian juga dengan upah, para driver hanya menerima uang kelebihan dari ongkos atau uang jalan.
Pada bagian Budi salah satu tokoh pemuda Kota Metro meminta kepada instansi terkait agar dapat menindak perusahaan-perusahaan yang dianggap semena-mena terhadap para pekerjanya. (viv/red)



