
Tanggamus (SL)-Panglong Kayu, dan Satu Rumah ludes terbakar, di Lingkungan Panca Warna, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Sabtu (19/1/19) dinihari, sekitar pukul 01.30 Wib. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian diperkirakan ratusan juta rupaih.

Panglong milik Hasbi (47), dan rumah kediaman milik Dedi (46), rata dengan tahan. Hasby mengalami kerugian senilai Rp100 juta dan korban Dedi (46) juga mengalami kerugian senilai Rp100 juta. Polisi melakukan penyelidikan penyebab kebakaran. tim inafis melakukan olah tkp, dan melihat 4 titik dalam proses identifikasi serta mengambil 4 plastik sampel arang.
Identifikasi di lokasi dipimpin Kaur Bin Ops Satreskrim Iptu Ramon Zamora, SH bersama Kapolsek Kota Agung AKP Syafri Lubis, SH. “Kami bersama tim inafis lnafis mendatangi dan olah TPKP diduga kebakaran bersama Kapolsek Kota Agung dan hasilnya akan kita sampaikan setelah evaluasi tim,” ungkap Iptu Ramon Zamora di lokasi olah TKP.
Kapolsek Kota Agung AKP Syafri Lubis, menjelaskan kebakaran dilaporkan masyarakat diperkirakan terjadi pada pukul 01.30 Wib. Atas laporan tersebut pihaknya kemudian melakukan koordinasi dengan Damkar guna pemadaman. “Tadi malam, kami juga telah mendatangi TKP dan membantu proses pemadaman yang sudah membesar,” jelas AKP Syafri Lubis.
Diterangkan AKP Syafri Lubis di tempat terbakar tesebut meliputi panglong yang juga tempat pembuatan meubel milik Hasbi serta gudang rongsokan milik Dedi warga Lingkungan Tegal Wangi Kecamatan Kota Agung Tanggamus.
Kapolsek menegaskan tidak korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian masing-masing kedua korban senilai Rp. 200 juta. “Korban Hasbi selaku pemilik Panglong menderita kerugian Rp. 100 juta, korban Dedi juga sekitar Rp. 100 juta,” tegasnya.
Ditambahkan Kapolsek, petugas Damkar yang datang dibantu warga berhasil memadamkan api sekitar 1 jam prosesnya ditambah pendinginan hingga hingga pukul 03.00 Wib sebab banyak bahan rongsok dan kayu terbakar.
Sementara itu Hasbi selaku pemilik panglong menuturkan bahwa ia mengetahui peristiwa kebakaran itu karena mendengar tetangga berteriak-teriak. Sebab saat kejadian posisinya berada di dalam rumahnya berada di depan panglong. “Sekitar pukul 00.20 Wib, saya mendengar teriakan tetangga dan langsung keluar melihat api telah membakar Panglong. Baru sekitar pukul 03.00 Wib api benar-benar padam,” tuturnya.
Ia menambahkan, akibat kebakaran tersebut dia mengalami kerugian barang meubelnya berupa 40 daun pintu yang siap pakai, 100 lobang kusen, 30 bingkai kaca dan kayu yang belum diproses.
Kesempatan itu Hasbi berharap bantuan pemerintah guna melanjutkan usahanya, sebab usahanya tersebut juga merupakan kayu orang lain, dimana dia hanya mengambil jasa pembuatan barang sesuai pesanan. “Harapannya pemerintah dapat membantu kami, karena barang terbakar juga ada merupakan barang titipan orang lain yang harus diganti,” pungkasnya. (Wisnu/*)